www.domainesia.com
News

UNP Latih Guru TK Sawahlunto Ciptakan Media 3R Ramah Lingkungan

22
×

UNP Latih Guru TK Sawahlunto Ciptakan Media 3R Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini
unp-latih-guru-tk-sawahlunto-ciptakan-media-3r-ramah-lingkungan
UNP Latih Guru TK Sawahlunto Ciptakan Media 3R Ramah Lingkungan

Sawahlunto – Universitas Negeri Padang (UNP) menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini melalui pelatihan inovatif bagi guru-guru Taman Kanak-Kanak (TK) di Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto. Kegiatan yang diprakarsai oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat UNP ini berfokus pada pengembangan media pembelajaran yang kreatif dan ramah lingkungan.

Program Multidisiplin Kemitraan Masyarakat (PMKM) yang diselenggarakan pada 20 Agustus 2025 ini bertujuan untuk membekali para guru dengan keterampilan menciptakan alat peraga edukatif berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan pendekatan deep learning. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di tingkat TK, sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.

Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto dan Ketua KKG TK Kecamatan Talawi menyambut baik kegiatan ini, yang ditandai dengan kehadiran mereka dalam acara pembukaan. Sebanyak 20 guru dari 14 sekolah di Kecamatan Talawi berpartisipasi aktif dalam pelatihan ini, menunjukkan antusiasme mereka untuk meningkatkan kompetensi diri. Materi yang disajikan meliputi berbagai aspek penting, mulai dari pendekatan pembelajaran deep learning yang modern, isu-isu lingkungan terkini yang relevan, hingga teknik pemanfaatan bahan daur ulang untuk menciptakan media pembelajaran yang menarik dan efektif.

Sesi workshop praktis menjadi momen penting dalam pelatihan ini, di mana para guru berkesempatan untuk berkreasi menghasilkan berbagai media pembelajaran dari bahan-bahan bekas. Salah satu inovasi yang menarik adalah pembuatan kertas daur ulang dari sisa fotokopi dan buku bekas. Prosesnya melibatkan perendaman bahan-bahan tersebut, kemudian mencetaknya kembali menjadi lembaran baru yang siap digunakan. Selain itu, para guru juga menciptakan alat musik marakas dari botol plastik yang diisi dengan biji-bijian kering, yang berfungsi untuk melatih ritme anak-anak dengan cara yang menyenangkan. Tidak hanya itu, mereka juga membuat maket eksperimen gunung meletus dari botol plastik dan kardus bekas, serta maket pemandangan alam yang menggambarkan gunung, pepohonan, sungai, rumah, sekolah, dan bangunan-bangunan bersejarah.

Media pembelajaran yang dihasilkan ini dirancang untuk mengajarkan berbagai konsep sains secara interaktif, menanamkan rasa syukur kepada Tuhan atas segala ciptaan-Nya, serta mengenalkan anak-anak pada lingkungan sekitar dengan cara yang menarik. Nilai-nilai ekologi Islam juga ditekankan dalam proses pembelajaran, yaitu pentingnya menjaga alam sebagai amanah dan bentuk ibadah kepada Allah SWT. Dengan demikian, diharapkan anak-anak dapat mencintai lingkungan sejak usia dini dan menyadari peran penting manusia sebagai khalifah di bumi.

Tim UNP tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga memberikan dorongan kepada para guru untuk mengembangkan media pembelajaran tersebut di sekolah masing-masing. Selain itu, mereka juga mendapatkan edukasi mengenai konsep green economy, yang menekankan pemanfaatan kreativitas untuk menghasilkan media pembelajaran yang tidak hanya bernilai edukatif, tetapi juga memiliki nilai ekonomis.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru semakin termotivasi untuk terus berinovasi, mengintegrasikan isu-isu lingkungan dalam pembelajaran sehari-hari, serta membangun budaya wirausaha berbasis green economy di lingkungan sekolah. Program ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada bidang pendidikan berkualitas, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta aksi iklim.

Salah seorang guru peserta pelatihan mengungkapkan kegembiraannya atas kesempatan yang diberikan. “Kami merasa mendapatkan inspirasi baru untuk mengolah bahan-bahan bekas menjadi media pembelajaran yang kreatif dan inovatif,” ujarnya.