www.domainesia.com
News

Agam Panen Sawit Unggul: Replanting Tingkatkan Produktivitas, Kesejahteraan Petani Meningkat!

72
×

Agam Panen Sawit Unggul: Replanting Tingkatkan Produktivitas, Kesejahteraan Petani Meningkat!

Sebarkan artikel ini
panen-perdana,-program-replanting-sawit-di-sumbar-berhasil
Panen Perdana, Program Replanting Sawit di Sumbar Berhasil

Agam – Program peremajaan sawit rakyat di Sumatera Barat menunjukkan hasil menggembirakan setelah empat tahun berjalan, yang ditandai dengan panen perdana kebun sawit hasil replanting. Kegiatan panen perdana ini dilaksanakan di lahan plasma Koperasi Perkebunan Sawit Tompek Tapian Kandis, Kabupaten Agam, pada hari Kamis, 13 November 2025.

Keberhasilan program replanting sawit di Sumatera Barat menjadi sorotan utama dengan adanya panen perdana di Kabupaten Agam. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program ini, mulai dari petani, pengurus koperasi, anggota koperasi, hingga pihak-pihak lain yang telah berkontribusi secara konsisten. Program replanting ini, yang dimulai sejak tahun 2018, bertujuan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan sawit rakyat melalui dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Gubernur Mahyeldi menjelaskan bahwa program replanting telah memfasilitasi peremajaan sawit rakyat seluas 14.919 hektare, yang didanai melalui hibah BPDPKS di bawah Kementerian Keuangan. Ia juga menyoroti peningkatan dukungan pendanaan dari tahun ke tahun, yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung sektor perkebunan sawit rakyat. “Dukungan pendanaan terus naik. Tahun 2018-2021 sebesar Rp25 juta per hektare, naik menjadi Rp30 juta pada 2022-2024, dan tahun 2025 menjadi Rp60 juta per hektare,” kata Mahyeldi.

Secara kumulatif, dana BPDPKS yang telah dialokasikan untuk replanting sawit di Sumatera Barat sejak tahun 2018 mencapai sekitar Rp463 miliar. Koperasi Perkebunan Sawit (KPS) Tompek Tapian Kandis sendiri menerima bantuan dalam dua tahap, yaitu pada tahun 2020 seluas 143,75 hektare dan pada tahun 2022 seluas 145,30 hektare, dengan total bantuan mencapai sekitar Rp7,95 miliar. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan produktivitas kebun sawit.

Mahyeldi berharap capaian di Agam ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola program replanting sawit. “Capaian di Agam bisa menjadi contoh bahwa manajemen baik dan pendampingan berkelanjutan mampu menjaga bahkan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” tambah Mahyeldi.

Menurut data dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan Sumatera Barat, target replanting sawit rakyat pada tahun 2025 mencapai 5.400 hektare, yang tersebar di berbagai kabupaten, termasuk Dharmasraya, Sijunjung, Solok Selatan, Pesisir Selatan, Agam, Pasaman, dan Pasaman Barat. Pemerintah daerah terus berupaya untuk mencapai target ini dengan memberikan dukungan dan pendampingan kepada petani.

Bupati Agam, Benni Warlis, menyampaikan bahwa panen perdana ini adalah bukti nyata dari sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan petani dalam memajukan sektor perkebunan sawit. “Inilah bukti bahwa kolaborasi menghasilkan perubahan. Program ini tidak hanya soal peningkatan produksi, tapi juga keberlanjutan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Manager PT AMP Plantation, Low Kim Seng, menyatakan dukungan penuh terhadap program replanting tersebut dan siap berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat. “Kami siap mendukung program replanting di area perusahaan maupun lahan plasma masyarakat,” ucapnya.