Padang – Kepengurusan Provinsi Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Sumatera Barat periode 2025-2029 resmi dilantik di Auditorium Istana Gubernuran Sumbar, Sabtu (6/6/2026). Pelantikan yang sekaligus menandai dimulainya masa bakti baru itu dipimpin Khairuddin Simanjuntak setelah dikukuhkan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Forki, Marsekal TNI (Purn) Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto S.IP.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh karate Ranah Minang dari tingkat nasional hingga daerah. Hadir di antaranya Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa, SIp, MH, yang pernah menjabat Ketua Badan Kehormatan DPD RI dua periode sekaligus Ketua Umum PB Lemkari periode 2020-2025.
Sejumlah pejabat dan tokoh olahraga juga tampak hadir, seperti anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade yang juga Ketua Forki Sumbar periode 2020-2025, Sekdaprov Sumbar Arry Yuswandi yang mewakili Gubernur Sumbar sekaligus Ketua Umum Inkanas Pengprov Sumbar, anggota Forkompimda Sumbar Hendra Irawan Rahim, Ketua KONI Sumbar Hamdanus, serta para ketua perguruan anggota Forki Sumbar.
Dalam sambutannya, Hadi Tjahjanto menegaskan Forki memegang peran penting dalam membina atlet daerah agar mampu bersaing di level nasional maupun internasional. Ia juga menyoroti persiapan menuju Porprov 2026.
Ia berharap pengurus baru bisa memberi kontribusi nyata dalam memperkuat pembinaan karate dan mendorong peningkatan prestasi atlet Sumbar ke depan.
Hadi menyebut dirinya optimistis karate Sumbar dapat kembali menjadi kekuatan nasional. Ia bahkan menargetkan dua medali emas bisa diraih di bawah kepengurusan yang baru.
Menurut dia, dukungan pemerintah daerah, KONI, dan seluruh insan olahraga menjadi modal penting untuk menjalankan organisasi serta pembinaan atlet secara berkelanjutan.
“Dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan seluruh pemangku kepentingan olahraga, ini akan menjadi motivasi bagi pengurus dalam melakukan pembinaan dan pengembangan karate yang lebih baik,” ujar Hadi.
Mantan Panglima TNI itu juga meminta seluruh elemen karate di Sumbar, termasuk 15 perguruan di bawah FORKI, untuk menanggalkan ego organisasi dan memperkuat persatuan demi kemajuan prestasi atlet.
Ia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan atas program pembinaan agar karate Sumbar tetap kompetitif di tingkat nasional. Hadi juga mengingatkan wasit dan juri untuk menjaga objektivitas dalam setiap pertandingan.
“Katakan yang baik itu baik. Penilaian yang objektif akan berdampak pada kualitas atlet yang dihasilkan,” katanya.
Kehadiran Gubernur Sumbar dan para tokoh senior karate Ranah Minang disebut menjadi sinyal dukungan terhadap kebangkitan prestasi karate Sumbar.
Khairuddin, yang juga menjabat Ketua Komisi II DPRD Sumbar, mengatakan pelantikan ini harus menjadi momentum memperkuat komitmen organisasi dalam meningkatkan prestasi atlet karate di tingkat nasional maupun internasional.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal kebangkitan karate Sumatera Barat. Prestasi lahir dari persiapan yang matang dan semangat yang terus dijaga,” kata Khairuddin.
Ia mengajak seluruh insan karate untuk bersatu memajukan organisasi dan pembinaan atlet. Dalam waktu dekat, Forki Sumbar juga akan menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) di Kabupaten Pasaman pada 26-28 Juni 2026 sebagai bagian dari pembinaan dan penjaringan atlet potensial.
Penasehat FORKI Sumbar, Andre Rosiade, turut menyampaikan keyakinannya bahwa prestasi olahraga Sumatera Barat akan meningkat. Ia berharap kejayaan karate Sumbar di tingkat nasional bisa kembali terwujud melalui pembinaan yang lebih terarah.
“Kami optimistis olahraga Sumbar akan lebih baik ke depan. Karate Sumbar memiliki tradisi prestasi yang harus dikembalikan,” ujarnya.
Pelantikan pengurus FORKI Sumbar periode 2025-2029 juga menjadi ajang sosialisasi program KONI Sumbar, seiring kehadiran Ketua KONI Sumbar Hamdanus yang ikut memberikan sambutan.







