www.domainesia.com
News

Batang Saman Meluap, Banjir Landa Pasbar, Ratusan KK Terdampak, BPBD Evakuasi!

7
×

Batang Saman Meluap, Banjir Landa Pasbar, Ratusan KK Terdampak, BPBD Evakuasi!

Sebarkan artikel ini
hujan-deras-picu-banjir-parah-di-pasbar,-bpbd-fokus-evakuasi-warga
Hujan Deras Picu Banjir Parah di Pasbar, BPBD Fokus Evakuasi Warga

Simpang Ampek – Dampak curah hujan tinggi yang berkelanjutan telah menyebabkan banjir signifikan di berbagai wilayah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), memicu respons cepat dari pemerintah daerah dan tim penanggulangan bencana. Bencana yang mulai melanda sejak Senin (24/11) malam ini, telah menyebabkan genangan air di pemukiman warga dan mengganggu mobilitas di sejumlah kecamatan dan nagari.

Nagari Aia Gadang Barat, Kecamatan Pasaman, menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak, dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Penjabat Walinagari Aia Gadang Barat, Ikwan, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi warganya. “Sekitar 150 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung oleh banjir ini,” katanya.

Menurut catatan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasbar, banjir pertama kali terdeteksi di Jorong Taming Batahan Kampung Baru, Desa Baru, Kecamatan Ranah Batahan. Selain itu, kawasan Jembatan Besi, yang merupakan jalur vital menuju Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, juga mengalami dampak serupa akibat luapan air.

Tidak hanya itu, Kecamatan Sungai Aur, terutama kawasan Batang Kapas, serta Jorong Benteng dan Jorong Patamuan di Kecamatan Talamau, juga merasakan dampak yang sama. Selain masalah banjir, longsor juga terjadi di Polongan VI Kelok Kaco, yang mengakibatkan penutupan sebagian jalur transportasi dan menambah tantangan dalam proses evakuasi dan penyaluran bantuan.

BPBD Pasbar saat ini sedang melakukan pendataan menyeluruh untuk mengidentifikasi jumlah rumah yang terdampak, jumlah warga yang mengungsi, dan perkiraan kerugian material yang disebabkan oleh bencana ini. Kuria Sakti dari BPBD Pasbar menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh warga yang terdampak. “Saat ini fokus utama adalah evakuasi dan pengamanan warga,” tegasnya.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang belum stabil dan potensi terjadinya hujan susulan. Selain itu, warga juga disarankan untuk menjauhi area di sekitar aliran sungai dan lereng bukit yang memiliki risiko tinggi terhadap longsor. Pemerintah daerah terus berupaya untuk memberikan bantuan dan penanganan yang diperlukan bagi para korban banjir, termasuk penyediaan tempat pengungsian sementara, makanan, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya.