Padang – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di wilayahnya melalui penyaluran beasiswa yang signifikan. Sebanyak Rp1,3 miliar dana zakat dialokasikan untuk membantu ribuan pelajar dari keluarga yang kurang mampu, dengan harapan dapat memotivasi mereka untuk meraih prestasi gemilang.
Inisiatif ini menyasar siswa-siswi dari tingkat Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs), dengan total penerima mencapai 2.044 pelajar. Setiap siswa SD dan setingkatnya menerima bantuan sebesar Rp600 ribu, sementara siswa SMP atau sederajat mendapatkan bantuan berupa tas sekolah dan uang tunai senilai Rp700 ribu. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.
Ketua Baznas Padang, Yuspardi, menyampaikan bahwa program beasiswa ini merupakan wujud nyata dari komitmen lembaga dalam menyalurkan zakat secara efektif dan tepat sasaran, khususnya dalam mendukung sektor pendidikan. “Proses penyaluran dilaksanakan selama tujuh hari di kantor Baznas Padang. Beasiswa juga diberikan dalam bentuk perlengkapan sekolah seperti tas dan buku, serta uang tunai,” kata Yuspardi, menjelaskan mekanisme penyaluran bantuan.
Lebih lanjut, Yuspardi menegaskan bahwa Baznas Padang akan terus berupaya memastikan bantuan ini sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. “Pendidikan adalah prioritas kami. Investasi terbaik adalah pada sumber daya manusia, dan masa depan Kota Padang bergantung pada kecerdasan serta pendidikan generasi mudanya,” ujarnya. Ia berharap program ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Padang dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para pelajar untuk mengakses pendidikan tanpa terbebani masalah ekonomi. “Di tengah tantangan biaya pendidikan yang terus meningkat, bantuan ini bentuk dari bukti pengelolaan zakat yang transparan dan berkesinambungan,” imbuhnya, menekankan pentingnya transparansi dan keberlanjutan dalam pengelolaan dana zakat.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Padang, Edi Oktafiandi, memberikan apresiasi tinggi terhadap program beasiswa ini, menyebutnya sebagai langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa zakat bukan hanya sekadar kewajiban agama, tetapi juga merupakan instrumen pemberdayaan sosial yang sangat penting bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, Edi Oktafiandi mengutip hadis Rasulullah SAW untuk memperkuat pemahaman tentang pentingnya zakat dalam Islam. “Rasulullah SAW bersabda bahwa zakat tidak akan mengurangi harta, justru Allah akan menggantinya dengan keberkahan yang lebih besar. Inilah yang menjadi landasan moral bagi kita dalam menyalurkan bantuan pendidikan ini,” katanya. Bantuan yang diberikan tidak hanya mencakup biaya perlengkapan belajar, tetapi juga dukungan finansial bagi pelajar yang menghadapi tekanan ekonomi, sehingga diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masa depan mereka.







