Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi menunjukkan komitmennya dalam memajukan ekonomi syariah dengan meresmikan gedung baru PT BPRS Jam Gadang (Persoda). Peresmian ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan syariah serta memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada para nasabah.
Peresmian gedung baru yang terletak di Mandiangin ini dilaksanakan pada hari Sabtu (20/12/2025) dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias.
Dalam sambutannya, Wali Kota Ramlan Nurmatias menyampaikan apresiasi atas perkembangan pesat yang telah dicapai oleh BPRS Jam Gadang sejak pendiriannya pada tahun 2018.
Ia menegaskan bahwa kehadiran BPRS Jam Gadang merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan lembaga keuangan yang sehat dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, pendirian BPRS Jam Gadang adalah bentuk komitmen pemerintah daerah.
“Alhamdulillah perkembangan BPRS Jam Gadang sangat pesat. Saat ini aset BPRS Jam Gadang telah mencapai Rp135 miliar dengan NPL sebesar 0,2 persen, yang menunjukkan kondisi bank sangat sehat. Dengan hadirnya gedung kantor baru, kami berharap kepercayaan pemegang saham dan kenyamanan nasabah semakin meningkat, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal. Ke depan, kami optimistis BPRS Jam Gadang mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” ujarnya.
Direktur Utama PT BPRS Jam Gadang (Persoda), Feri Irawan, menjelaskan bahwa BPRS Jam Gadang terus mengalami pertumbuhan positif sejak didirikan dengan modal awal sebesar Rp500 juta. Hingga September 2025, BPRS Jam Gadang telah menjadi BPR Syariah terbesar di Sumatera Barat.
Lebih lanjut, Feri Irawan menyoroti keberadaan mushalla di bagian depan kantor sebagai simbol komitmen bank syariah dalam menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah.
Feri Irawan juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam pembangunan dan pengembangan BPRS Jam Gadang.
“Dengan selesainya pembangunan kantor ini, kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Bukittinggi, jajaran pemerintah daerah, pengurus, keluarga besar pendiri, para pemegang saham, serta seluruh stakeholder atas dukungan yang diberikan, termasuk ucapan selamat melalui karangan bunga dan donasi untuk korban bencana. Dana yang terhimpun sebesar Rp30,6 juta akan disalurkan untuk membantu korban bencana Galodo di Sumatera Barat,” ungkapnya.
Ketua DPS PT. BPRS Jam Gadang, Buya Gusrizal Gazahar, menekankan pentingnya penerapan prinsip-prinsip syariah secara konsisten dalam pengembangan ekonomi syariah di lembaga tersebut.
Ia juga menyampaikan bahwa BPRS Jam Gadang telah menjadi bagian integral dari perekonomian, tidak hanya di Kota Bukittinggi tetapi juga di Sumatera Barat secara keseluruhan.
Buya Gusrizal Gazahar mengatakan, BPRS Jam Gadang harus berpegang pada prinsip syariah.
“BPRS Jam Gadang hari ini sudah menjadi bagian penting dari perekonomian, bukan hanya untuk Bukittinggi, tetapi juga untuk Sumatera Barat. Lima prinsip syariah harus benar-benar dijaga dan dikedepankan. Gedung boleh megah, namun yang paling utama adalah semangat serta konsistensi untuk tetap berjalan di jalan Allah. Mudah-mudahan BPRS Jam Gadang terus berada di garda terdepan dalam menguatkan ekonomi syariah,” ujarnya.
Wali Kota Bukittinggi juga memberikan apresiasi atas peran aktif BPRS Jam Gadang dalam bersinergi dengan Pemerintah Kota dalam menyalurkan bantuan bagi korban bencana galodo, yang menunjukkan komitmen lembaga keuangan ini dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat yang membutuhkan.







