Mentawai – UPZ Baznas Semen Padang melaksanakan Safari Dakwah ke pedalaman Mentawai sebagai upaya untuk memperkuat pembinaan umat di wilayah terluar Indonesia. Kegiatan ini menyoroti pentingnya perhatian terhadap daerah-daerah yang kurang terjangkau, di mana akses terhadap fasilitas ibadah dan pendidikan agama masih sangat terbatas.
Rombongan UPZ Baznas Semen Padang, dipimpin oleh Ustadz Mafril, memulai perjalanan dari Dermaga Muaro Padang menggunakan kapal cepat MV Mentawai Fast menuju Dermaga Pokai, Kecamatan Siberut Utara. Perjalanan dilanjutkan dengan kapal boat kecil ke Dusun Bose, Desa Muara Sikabaluan, yang dihuni oleh 75 kepala keluarga, di mana mayoritas beragama Islam namun memiliki keterbatasan sarana ibadah.
Ustadz Mafril menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap wilayah-wilayah pinggiran Mentawai. “Kalau kami menyebutnya Dakwah di Teras Negeri,” kata Ustadz Mafril, menggambarkan semangat UPZ Baznas Semen Padang dalam menjangkau wilayah-wilayah pinggiran Mentawai. “Karena Kepulauan Mentawai ini adalah terasnya NKRI di bagian barat Indonesia, berbatasan langsung dengan Samudra Hindia,” sambungnya.
Safari Dakwah yang berlangsung selama lima hari ini, bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1447 H, mengusung tema “Kita Tingkatkan Semangat Dakwah Membina Umat”. Selain memberikan ceramah, rombongan UPZ juga berdialog dengan warga dan menguatkan para da’i lokal yang menjadi ujung tombak dakwah di wilayah tersebut.
Ustadz Mafril yang juga Supervisor Pembinaan Da’i UPZ Baznas Semen Padang, menekankan pentingnya penguatan da’i lokal. “Kami tidak ingin dakwah hanya datang dan pergi. Kami ingin meninggalkan jejak yang hidup. Da’i binaan ini adalah ujung tombak Islam di Mentawai,” ujarnya.
Di antara para da’i muda yang berjuang di pelosok Pulau Siberut adalah Ustadz Zainal Kelana dan Ustadz Jon Ricky. Ustadz Zainal Kelana, lulusan STAI-PIQ Sumatera Barat, memilih kembali ke kampung halamannya di Desa Mongan Poula untuk memperkuat akidah umat Islam di sana. “Saya memilih menjadi da’i karena melihat kondisi umat Islam di kampung saya yang memprihatinkan,” tuturnya.
Ustadz Zainal Kelana menambahkan bahwa ia fokus mengembangkan program pengajaran Alquran untuk anak-anak dengan menerapkan sistem reward and punishment. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan UPZ Baznas Semen Padang. “Ia berharap UPZ Baznas Semen Padang terus mendukung para da’i tidak hanya bertugas menyampaikan ceramah, tapi juga menjadi pendamping sosial, guru, sekaligus penggerak spiritual masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Ustadz Jon Ricky yang bertugas di Desa Sirilogui, menghadapi tantangan berat karena umat Muslim di sana merupakan minoritas. “Dulu jemaah jarang datang. Bukan karena tidak mau, tapi karena tidak terbiasa,” ujar lulusan Pesantren Darul Mursyidin Pasaman Barat ini. Sejak menjadi da’i binaan UPZ Baznas Semen Padang, Ustadz Jon mendapatkan dukungan fasilitas dan mulai membangun kegiatan keagamaan.
Ketua UPZ Baznas Semen Padang Iskandar S. Taqwa, menjelaskan bahwa pembinaan da’i merupakan bagian dari program Dakwah dan Syiar Islam di Kabupaten Kepulauan Mentawai. “Para da’i binaan ini adalah ujung tombak kami untuk menyentuh langsung masyarakat yang belum banyak tersentuh dakwah,” ungkapnya.
Iskandar S. Taqwa menambahkan bahwa UPZ Baznas Semen Padang memberikan dukungan penuh kepada para da’i, termasuk insentif bulanan, fasilitas sepeda motor, dan rumah tinggal. “Kebanyakan da’i kami berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Dukungan logistik menjadi penting agar mereka tidak perlu berpikir soal kebutuhan dasar, dan bisa fokus berdakwah,” kata Iskandar.
Selain itu, UPZ Baznas Semen Padang juga menginisiasi program-program pendukung seperti pelaksanaan sidang isbat nikah bagi para mualaf dan pasangan yang belum tercatat secara hukum negara. “Di daerah seperti Mentawai, banyak warga yang belum memiliki dokumen pernikahan resmi. Ini menjadi kendala administratif bagi anak-anak mereka dalam mengakses pendidikan atau layanan kesehatan. Maka dari itu kami hadir untuk menjembatani hal itu melalui sidang isbat bersama KUA dan instansi terkait,” jelas Iskandar. Pembangunan masjid juga menjadi salah satu bentuk perhatian UPZ Baznas Semen Padang terhadap kehidupan keagamaan di pedalaman Mentawai. cahaya Islam akan terus menyala, bahwa dakwah tak pernah berhenti karena jarak, dan bahwa Mentawai, meski terpencil, tak pernah benar-benar sendiri.(*)
Navigasi pos







