PADANG – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Sabtu (14/3/2026) malam. Peristiwa letusan tersebut terjadi pada pukul 23.29 WIB.
Petugas melaporkan erupsi terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 30,2 milimeter dan berdurasi sekitar 201 detik. Namun, tinggi kolom erupsi tidak dapat teramati.
Gunung api yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar itu masih menunjukkan aktivitas vulkanik sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.
Pihak berwenang merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Marapi, termasuk wisatawan dan pendaki, agar tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas, yakni Kawah Verbeek.
Selain itu, warga yang tinggal di sekitar lembah, aliran, dan bantaran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Marapi diimbau untuk mewaspadai potensi bahaya lahar, terutama saat musim hujan.
Masyarakat juga diminta menggunakan masker pelindung mulut dan hidung untuk menghindari gangguan pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat abu vulkanik. Warga juga dianjurkan menggunakan pelindung mata dan kulit apabila terjadi hujan abu.
Jika terjadi hujan abu, warga diminta mengamankan sumber air bersih serta membersihkan atap rumah dari timbunan abu vulkanik agar tidak menimbulkan kerusakan atau roboh.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga situasi yang kondusif, tidak menyebarkan informasi bohong atau hoaks, serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah terkait perkembangan aktivitas Gunung Marapi.







