Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meningkatkan upaya mitigasi bencana hidrometeorologi seiring dengan prediksi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan berlangsung hingga awal Januari 2026. Fokus utama adalah meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi banjir dan longsor.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana untuk mengambil langkah-langkah preventif. Hal ini disampaikan mengingat intensitas hujan yang tinggi masih terus melanda berbagai daerah di Sumatera Barat.
Mahyeldi secara khusus menyoroti pentingnya kewaspadaan bagi warga yang berdomisili di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS), kawasan perbukitan, dan area yang memiliki risiko tinggi terhadap longsor. Ia menyarankan agar warga yang berada di zona-zona berbahaya tersebut untuk sementara waktu mengungsi ke tempat yang lebih aman atau posko pengungsian terdekat sampai kondisi cuaca kembali membaik.
Gubernur Mahyeldi Ansharullah mengatakan, tindakan ini penting untuk mengurangi dampak buruk yang mungkin terjadi. “Ini penting untuk meminimalisir risiko,” kata Mahyeldi. Ia juga menambahkan bahwa bencana yang terjadi pada akhir November lalu menyebabkan pendangkalan sungai akibat sedimen banjir bandang. Kondisi ini diperparah dengan belum optimalnya normalisasi sungai, sehingga sungai menjadi sangat rentan meluap saat terjadi hujan deras.
Mahyeldi menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini memprioritaskan penggunaan alat berat untuk membuka akses jalan di wilayah-wilayah yang terdampak bencana. Hal ini menyebabkan upaya normalisasi sungai belum dapat dilaksanakan secara maksimal. Gubernur Mahyeldi Ansharullah menambahkan, masyarakat harus mengutamakan keselamatan diri. “Sementara intensitas hujan kembali meningkat, sungai-sungai yang terdampak belum sempat diperbaiki. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil risiko dan mengutamakan keselamatan,” tambahnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau telah mengeluarkan peringatan dini cuaca yang berlaku pada Senin, 15 Desember 2025. BMKG memprediksi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada siang hari di sebagian besar wilayah Sumatera Barat.
Sebanyak 11 wilayah ditetapkan oleh BMKG dalam status Waspada, meliputi Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pasaman Barat, Pasaman, Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Solok, Solok Selatan, Dharmasraya, serta Kota Padang Panjang.
Selain itu, BMKG juga memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan terjadi mulai pukul 11.00 WIB di Kabupaten Sijunjung (Sijunjung, Kamang Baru, Sumpur Kudus), Kabupaten Dharmasraya (Pulau Punjung, Sembilan Koto), dan Kabupaten Solok Selatan (Sangir Batang Hari). Potensi ini juga dapat meluas ke sejumlah kecamatan di Kabupaten Solok, Tanah Datar, Lima Puluh Kota, dan Dharmasraya.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG, termasuk aplikasi Info BMKG dan media sosial @bmkgminangkabau, mengingat potensi curah hujan tinggi di wilayah Sumatera Barat masih akan berlangsung setidaknya hingga awal Januari 2026.







