www.domainesia.com
News

Gubernur Pacu Ekonomi Sumbar: Investasi Rp120 Triliun Buru Target 7,3 Persen!

58
×

Gubernur Pacu Ekonomi Sumbar: Investasi Rp120 Triliun Buru Target 7,3 Persen!

Sebarkan artikel ini
temu-responden-bi,-sumbar-diburu-target-7,3-persen,-tapi-investasi-masih-jauh-dari-kebutuhan
Temu Responden BI, Sumbar Diburu Target 7,3 Persen, Tapi Investasi Masih Jauh dari Kebutuhan

Padang – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menyoroti urgensi inovasi dan terobosan strategis dalam menghadapi dinamika perekonomian global saat membuka acara Temu Responden dan Diseminasi Laporan Perekonomian Sumbar 2025. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar pada hari Rabu (19/11/2025) ini, mengusung tema sentral mengenai kepemimpinan transformasional dan ketahanan kewirausahaan.

Dalam pidatonya, Gubernur Mahyeldi menggarisbawahi bahwa Sumatera Barat memiliki kekayaan sumber daya alam, warisan budaya, dan potensi sumber daya manusia yang signifikan, yang dapat dioptimalkan untuk menghasilkan terobosan yang berdampak. “Sumbar tidak boleh hanya mengikuti arus. Kita harus membuat loncatan dan menghadirkan terobosan,” tegasnya.

Gubernur juga menjelaskan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumbar 2025-2029 telah diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Pemerintah pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,3 persen pada tahun 2029, dengan proyeksi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita mencapai Rp94,85 juta. Untuk mencapai ambisi ini, Sumatera Barat membutuhkan investasi berkisar antara Rp80 hingga 120 triliun dalam kurun waktu empat tahun.

Meskipun mengakui beratnya tantangan pembangunan yang ada, terutama dengan keterbatasan fiskal dan kebutuhan yang mendesak, Mahyeldi tetap menyampaikan optimisme bahwa target tersebut dapat dicapai. “Orang Minang tidak pernah kalah oleh keadaan. Kita akan berjuang keras agar target itu tercapai,” kata Mahyeldi.

Guna merealisasikan target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan, Gubernur memaparkan tiga pilar utama pembangunan yang menjadi fokus utama. Pertama, penekanan pada sektor pertanian, perdagangan, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pariwisata, dan ekonomi hijau. Kedua, penguatan inovasi digital dan kolaborasi yang erat antar berbagai pemangku kepentingan. Ketiga, penerapan efisiensi dan akuntabilitas sebagai fondasi dalam setiap program pembangunan yang dijalankan.

Gubernur menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang dicapai harus memberikan dampak positif secara langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pertumbuhan menjadi prioritas utama. Salah satu strategi yang akan diimplementasikan adalah peningkatan kualitas investasi yang berfokus pada hilirisasi dan peningkatan produktivitas pertanian. Selain itu, reformasi regulasi dan perizinan juga dianggap krusial untuk menarik minat investor.

Percepatan digitalisasi ekonomi bagi UMKM dan petani juga menjadi target yang dikejar. Revitalisasi infrastruktur strategis seperti Teluk Bayur, jalur kereta Sawahlunto-Padang, dan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dipandang sebagai langkah penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Penguatan sumber daya manusia dan kewirausahaan juga menjadi pilar utama dalam strategi pembangunan ekonomi Sumatera Barat.

Sektor pariwisata diharapkan menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi yang baru. Gubernur meyakini bahwa sektor ini memiliki dampak signifikan terhadap sektor-sektor lain seperti kuliner, akomodasi, transportasi, dan UMKM. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor pertanian masih memberikan kontribusi sebesar 21,76 persen terhadap PDRB Sumatera Barat, diikuti oleh sektor perdagangan sebesar 16,41 persen yang sebagian besar digerakkan oleh UMKM.

Gubernur menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya terbatas pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup pembangunan martabat rakyat. “Pembangunan membangun martabat rakyat. Dengan kerja keras dan kebersamaan, Sumbar bisa menjadi kekuatan ekonomi utama di Sumatera,” kata Mahyeldi.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sumbar, Majid, menekankan pentingnya data lapangan yang akurat sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan ekonomi yang tepat sasaran. “Kebijakan ini berpijak pada fakta dan dinamika yang benar-benar terjadi di lapangan,” ujar Majid. Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara BI dan pemerintah daerah akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.