www.domainesia.com
News

Heboh Soal Video VCS Diduga Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang: Saya Dizolimi

56
×

Heboh Soal Video VCS Diduga Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang: Saya Dizolimi

Sebarkan artikel ini
heboh-soal-video-vcs-diduga-bupati-limapuluh-kota,-safni-sikumbang:-saya-dizolimi
Heboh Soal Video VCS Diduga Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang: Saya Dizolimi

Limapuluh Kota – Bupati Kabupaten Limapuluh Kota, H. Safni Sikumbang, merespons desakan tokoh masyarakat dan insan pers terkait beredarnya isu video call sex (VCS) yang menyeret namanya.

Pertemuan penting ini diadakan sebagai bentuk klarifikasi atas permintaan tokoh masyarakat Akabiluru, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan, yang mendesak H. Safni Sikumbang untuk memberikan penjelasan langsung.

Pertemuan silaturahmi yang dihadiri puluhan wartawan ini berlangsung di kediaman pribadi H. Safni Sikumbang di Nagari Sariak Loweh, Kecamatan Akabiluru, pada Minggu sore (1/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Safni Sikumbang didampingi oleh istri, Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha beserta istri, Walinagari, KAN Sariak Loweh, serta tokoh kecamatan Akabiluru. Dalam penjelasannya, Safni Sikumbang menyatakan bahwa dirinya adalah korban dari pihak yang tidak bertanggung jawab atas beredarnya video VCS tersebut.

Menyikapi kegaduhan yang terjadi, Bupati Safni Sikumbang menegaskan bahwa dirinya bukanlah pelaku dalam video yang beredar.

“Perlu ditegaskan bahwa dalam video VCS mirip Bupati Kabupaten Limapuluh Kota itu, saya adalah korban dan saya bukanlah pelaku dalam video tersebut,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Polda Sumbar telah mengidentifikasi dan menangkap dua orang pelaku pembuat video VCS tersebut di Jambi dan Palembang.

Safni Sikumbang menjelaskan bahwa dirinya telah menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak Polda Sumbar untuk diusut tuntas. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi, serta menegaskan bahwa tidak ada niat sedikit pun untuk mencemarkan nama baik Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, termasuk nama baik pribadi dan keluarga.

“Tidak ada niat saya untuk merusak nama baik Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota termasuk merusak mana baik pribadi dan keluarga,” beber Safni Sikumbang.

Pertemuan silaturahmi ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk dua mantan Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Ismardi dan Deni Asra, beberapa mantan dan anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, serta sejumlah Kepala OPD Pemkab Limapuluh Kota.

Dalam kesempatan tersebut, Safni Sikumbang juga mengungkapkan bahwa pelaku sempat menghubunginya dan meminta sejumlah uang. Sebagai upaya untuk mengungkap identitas pelaku, Safni Sikumbang mengaku sempat meminta nomor rekening pelaku dan mentransfer sejumlah uang.

“Saya sempat mentransfer ke rekening yang dikirimkan si pelaku sebesar Rp1 juta, yang kemudian menjadi bukti untuk diserahkan kepada aparat kepolisian Polda Sumbar atas kasus pemerasan yang dilakukan si pelaku kepada saya,” terang H. Safni Sikumbang, menjelaskan bagaimana ia membantu pihak kepolisian dalam mengungkap kasus ini.

Di akhir penjelasannya, Safni Sikumbang menyampaikan apresiasi kepada penyidik Polda Sumbar atas keberhasilan mengungkap dan menangkap pelaku pembuat dan pengedar video VCS tersebut.

“Atas nama pribadi dan keluarga, kami menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian Polda Sumbar yang telah melakukan penyidikan atas kasus peredaran video VCS yang telah membuat kegaduhan di tengah masyarakat ini. Kita tunggu hasil penyelidikan pihak Polda Sumbar siapa-siapa pelaku pembuat dan pengedar video yang telah merusak nama baik pribadi, keluarga dan Pemerintah Daerah Kabupaten Limapuluh Kota,” pungkas Safni Sukumbang, berharap agar kasus ini segera tuntas dan memberikan keadilan bagi dirinya dan keluarganya.