Padang – Kebakaran yang melanda Pasar Blok Barat Kota Payakumbuh pada tanggal 26 Agustus lalu telah menginspirasi seorang musisi dan pencipta lagu, Husin Daruhan, untuk menciptakan sebuah karya seni yang menggambarkan kesedihan dan kepedihan para pedagang yang terdampak. Musibah tersebut telah menghanguskan 325 petak toko, termasuk salah satu petak milik Husin Daruhan.
Sebagai bentuk ekspresi atas peristiwa tragis yang menimpa para pedagang di Pasar Blok Barat, Husin Daruhan menciptakan sebuah lagu berjudul “Payakumbuh Manangih”. Lagu ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para pedagang untuk meluapkan kesedihan dan harapan mereka.
Husin Daruhan, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PAPPRI Sumbar, mengungkapkan bahwa dirinya memiliki sebuah petak toko di lantai 2 Pasar Payakumbuh yang turut menjadi korban kebakaran. Ia menuturkan bahwa kejadian ini merupakan kebakaran terbesar yang pernah terjadi di Payakumbuh. “Petak toko saya di lantai 2 Pasar Payakumbuh ikut terbakar. Saya bersedih karena mendapatkan 1 petak toko itu saya berhutang ke bank. Ini kejadian kebakaran paling besar di Payakumbuh,” ujar Husin Daruhan dengan nada lirih.
Lagu “Payakumbuh Manangih” menggambarkan betapa beratnya situasi yang dihadapi para pedagang, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil dan berbagai gejolak demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah. Husin Daruhan berharap agar Pemerintah Kota Payakumbuh dapat memberikan perhatian khusus dan bantuan yang memadai kepada para pedagang yang terdampak musibah ini.
Berikut adalah lirik lengkap lagu “Payakumbuh Manangih” yang diciptakan oleh Husin Daruhan:
Pagi Salasa Manjalang Subuah Mak Oi,
Darang Nan Tido, Datang Nan Tido Mambari Tando.
Bancano Malendo Pasa Payakumbuah Mak Oi,
Sakijok Mayo Anguih Tabaka, Habib sadonyo, habih sadonyo.
Rarau Bagalau Isak Jo Tangih Mak Oi,
Lah luluah Tandeh, Lah Luluah Tandeh, Indak Babakeh,
Harato Hanyo Tingga Baju Dibadan Ndeh Malang,
Manga Sansaro Timpo Batimpo, Laruiknyo Hati, Laruiknyo Hati, Kama Den Bao.
Reff:
Tuhan Manga Coiko Bana Nasib Nan Den Adok i,,,
Apo koh Salah Doso Kami, Manga Kini Kami Diuji,
Manga Bancano Manimpo Diri, Mularaik Badan Antah Kama Manggapai Lai
Lah Bacubo Mambujuak Hati Nangko,
Nak Jan Sampai Pacah Tangih Didado,
Bancano Tibo Apo Kadayo,
Denai Sarahkan Ka Tuhan Kuaso.






