www.domainesia.com
News

Kecam Cover Majalah Tempo, DPW NasDem Sumbar Tuntut Permintaan Maaf Resmi

46
×

Kecam Cover Majalah Tempo, DPW NasDem Sumbar Tuntut Permintaan Maaf Resmi

Sebarkan artikel ini
dpw-nasdem-sumbar-kritik-cover-tempo,-minta-permintaan-maaf-resmi
DPW NasDem Sumbar Kritik Cover Tempo, Minta Permintaan Maaf Resmi

Padang – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Barat menggelar konferensi pers di NasDem Tower Sumbar pada Selasa, 14 April 2026, untuk menanggapi berbagai isu politik terkini, termasuk spekulasi mengenai penggabungan Partai NasDem dengan Partai Gerindra. Namun, fokus utama pertemuan tersebut adalah penyampaian keberatan keras terhadap sampul Majalah Tempo edisi 12-17 April 2026 yang dinilai tidak memenuhi standar etika jurnalistik yang berimbang.

Pihak DPW Partai NasDem Sumatera Barat menilai bahwa visualisasi yang disajikan pada sampul majalah tersebut telah melampaui batas kewajaran dalam mengkritik. Mereka berpendapat bahwa terdapat upaya sengaja untuk membentuk opini publik melalui framing yang tidak proporsional terhadap tokoh bangsa, khususnya Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. Meski demikian, partai tetap menegaskan komitmennya untuk menjunjung tinggi kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi di Indonesia.

Menurut DPW Partai NasDem Sumatera Barat, kebebasan pers bukanlah hak mutlak tanpa batasan, melainkan harus dijalankan dengan tanggung jawab moral yang tinggi. Media massa diharapkan selalu mengedepankan etika, profesionalitas, dan tanggung jawab publik. Kritik yang disampaikan seharusnya berbasis pada data, fakta, dan substansi yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan melalui pendekatan visual yang menyesatkan dan berpotensi menggiring opini masyarakat ke arah yang keliru.

Langkah tegas yang diambil oleh DPW Partai NasDem Sumatera Barat ini ditegaskan bukan sebagai bentuk antipati terhadap kritik, melainkan sebagai upaya menjaga koridor etika pers serta memelihara kepercayaan masyarakat terhadap media. Oleh karena itu, mereka secara resmi menuntut Majalah Tempo untuk menyampaikan permohonan maaf kepada Surya Paloh dan Partai NasDem melalui kanal media mereka.

Di sisi lain, DPW Partai NasDem Sumatera Barat memastikan bahwa internal partai tetap solid di tengah isu yang berkembang. Wakil Sekretaris Bidang Isu dan Kebijakan Publik Nasrul mengatakan, bahwa pemberitaan tersebut telah menimbulkan keresahan di tingkat daerah. ‘Cover ini sangat melukai hati. kami berharap permintaan maaf segera dilakukan,’ ujarnya.

Padang – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Barat menyoroti pentingnya etika dalam praktik jurnalistik menyusul terbitnya Majalah Tempo edisi 12-17 April 2026. Dalam konferensi pers yang berlangsung di NasDem Tower Sumbar pada Selasa, 14 April 2026, pihak partai menyampaikan keberatan atas visualisasi sampul majalah tersebut yang dinilai tidak mencerminkan prinsip pemberitaan yang berimbang dan etis.

Selain membahas isu-isu politik terkini, termasuk spekulasi mengenai penggabungan Partai NasDem dengan Partai Gerindra, pertemuan tersebut secara khusus menekankan kekecewaan terhadap framing yang dianggap tidak proporsional. DPW Partai NasDem Sumatera Barat menilai bahwa penggambaran visual pada sampul majalah tersebut telah melampaui batas-batas kritik yang sehat, terutama terkait sosok Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.

Meskipun melayangkan kritik tajam, DPW Partai NasDem Sumatera Barat menegaskan bahwa mereka tetap memegang teguh komitmen dalam menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar utama demokrasi di Indonesia. Pihak partai menekankan bahwa kebebasan pers bukanlah hak mutlak tanpa batas, melainkan sebuah tanggung jawab yang harus dijalankan dengan menjunjung tinggi etika, profesionalitas, dan kepentingan publik.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPW Partai NasDem Sumatera Barat mengatakan, menekankan pentingnya tanggung jawab media dalam menyampaikan informasi. ‘Kebebasan pers harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, di mana media massa dituntut untuk selalu menjunjung tinggi etika, profesionalitas, dan tanggung jawab publik,’ ujarnya.