www.domainesia.com
News

Khairul Jasmi Tegaskan Indonesia Harus Dikenal Lebih Luas, Bukan Hanya Bali

50
×

Khairul Jasmi Tegaskan Indonesia Harus Dikenal Lebih Luas, Bukan Hanya Bali

Sebarkan artikel ini

Padang – Upaya memperkenalkan wajah Indonesia yang lebih komprehensif kepada dunia internasional menjadi sorotan utama Pemimpin Redaksi Harian Singgalang, Khairul Jasmi. Dalam wawancara khusus untuk proyek “Rapat Redaksi Besar Eurasia” yang dipublikasikan oleh Eurasia Today pada 17 Maret 2026, ia menekankan pentingnya menggeser persepsi global yang selama ini cenderung menyempitkan citra Indonesia hanya pada destinasi wisata Bali.

Menurut Khairul Jasmi, Indonesia merupakan negara dengan skala yang sangat besar, mencakup lebih dari 17.000 pulau, populasi hampir 300 juta jiwa, serta keberagaman lebih dari 700 bahasa daerah. Oleh karena itu, ia menilai narasi mengenai Indonesia harus diperluas agar dunia memahami potensi dan realitas bangsa yang sesungguhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khairul Jasmi juga membedah tiga pilar strategis yang menjadi prioritas nasional Indonesia saat ini, yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, dan pengembangan sumber daya manusia. Terkait ketahanan pangan, ia menyoroti keberhasilan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional secara mandiri untuk pertama kalinya dalam 35 tahun terakhir.

Pemimpin Redaksi Harian Singgalang Khairul Jasmi mengatakan, pemerintah kini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga mulai menyasar pemenuhan nutrisi yang lebih berkualitas. ‘Pemerintah tidak hanya mempertahankan capaian tersebut, tetapi juga memberi perhatian lebih pada sumber protein, sayuran, dan buah-buahan,’ ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa inisiatif pemerintah seperti proyek perunggasan terintegrasi serta program Makan Bergizi Gratis bagi anak sekolah, ibu hamil, dan lansia merupakan langkah konkret untuk memutus rantai kekurangan gizi. Program ini diproyeksikan sebagai fondasi untuk melahirkan generasi yang lebih sehat dan tangguh.

Di sektor energi, Khairul Jasmi menekankan bahwa kemandirian energi adalah agenda krusial di tengah ketidakpastian rantai pasok global. Ia berpendapat bahwa ketergantungan pada pihak luar dalam pemenuhan energi akan melemahkan posisi tawar sebuah negara.

Sementara itu, pada aspek pengembangan sumber daya manusia, pemerintah tengah menggalakkan pembangunan Sekolah Rakyat berasrama untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA. Sekolah yang dibiayai sepenuhnya oleh negara ini dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Pemimpin Redaksi Harian Singgalang Khairul Jasmi mengatakan, pembangunan sekolah berasrama tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas bangsa

Padang – Upaya untuk memperkenalkan Indonesia secara lebih komprehensif kepada dunia internasional menjadi sorotan utama Pemimpin Redaksi Harian Singgalang, Khairul Jasmi. Menurutnya, citra Indonesia di mata global tidak boleh hanya terbatas pada destinasi wisata Bali semata, melainkan harus mencakup wajah bangsa yang lebih utuh.

Pernyataan tersebut disampaikan Khairul Jasmi dalam sebuah wawancara eksklusif untuk proyek internasional bertajuk “Rapat Redaksi Besar Eurasia”. Kegiatan yang diinisiasi oleh Eurasian Media Group tersebut telah dipublikasikan melalui kanal Eurasia Today pada 17 Maret 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Khairul Jasmi membedah arah kebijakan nasional Indonesia yang kini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, serta pengembangan sumber daya manusia. Ia menekankan bahwa ketahanan pangan telah menjadi prioritas paling krusial bagi pemerintah saat ini.

Keberhasilan Indonesia dalam mencapai kemandirian pangan setelah 35 tahun menjadi catatan penting yang disampaikan Khairul Jasmi. Ia menjelaskan bahwa pemerintah kini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga mulai menyasar pemenuhan nutrisi yang lebih beragam.

Pemimpin Redaksi Harian Singgalang Khairul Jasmi mengatakan, pemerintah kini memberikan perhatian lebih luas pada pemenuhan gizi masyarakat. ‘Pemerintah tidak hanya mempertahankan capaian tersebut, tetapi juga memberi perhatian lebih pada sumber protein, sayuran, dan buah-buahan,’ ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti langkah strategis pemerintah melalui proyek pengembangan perunggasan terintegrasi serta implementasi program Makan Bergizi Gratis. Program yang menyasar anak sekolah, ibu hamil, hingga lansia ini dinilai sebagai langkah konkret untuk memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat.

Menurut Khairul Jasmi, inisiatif tersebut dirancang sebagai upaya sistematis untuk memutus rantai kekurangan gizi sekaligus mempersiapkan generasi masa depan Indonesia yang lebih sehat dan tangguh. Selain sektor pangan, ia juga menggarisbawahi bahwa ketahanan energi menjadi agenda yang sangat vital bagi Indonesia di tengah dinamika situasi global yang masih penuh dengan tantangan.