www.domainesia.com
News

Liga Askot PSSI Kota Payakumbuh 2025 Resmi Ditutup

45
×

Liga Askot PSSI Kota Payakumbuh 2025 Resmi Ditutup

Sebarkan artikel ini
liga-askot-pssi-kota-payakumbuh-2025-resmi-ditutup
Liga Askot PSSI Kota Payakumbuh 2025 Resmi Ditutup

Payakumbuh – Liga Sepak Bola Asosiasi Kota (ASKOT) PSSI Kota Payakumbuh tahun 2025 telah sukses menuntaskan seluruh rangkaian pertandingan, menandai berakhirnya pembinaan bibit-bibit muda sepak bola di kota tersebut. Penutupan resmi kejuaraan U-8, U-10, U-12, U-14, U-16, dan U-20, yang telah bergulir sejak September, dilaksanakan dalam upacara meriah (Closing Ceremony) di GOR M. Yamin, Kecamatan Payakumbuh Timur, pada Selasa malam (16/12/2025).

Kemeriahan acara penutupan tersebut turut disaksikan oleh berbagai tokoh penting daerah, termasuk Walikota Payakumbuh, Ketua DPRD, unsur FORKOPIMDA, serta sejumlah kepala OPD. Ratusan atlet peserta liga, beserta orang tua dan pemerhati olahraga, turut hadir untuk memberikan dukungan dan menyaksikan momen penting tersebut.

Ketua Askot PSSI Kota Payakumbuh, Diki Engla, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas kelancaran liga yang melibatkan ribuan atlet dari berbagai kelompok usia. Ia menuturkan bahwa puncak acara adalah pertandingan final U-20 yang telah dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola Kapten Tantawi, Kelurahan Tanjung Pauah, Kecamatan Payakumbuh Barat, pada akhir pekan sebelumnya. “Alhamdulillah Liga Askot PSSI Kota Payakumbuh tahun 2025 yang kita gelar sejak beberapa bulan lalu telah berakhir dengan pertandingan final yang digelar di Lapangan Sepakbola Kapten Tantawi Minggu kemarin. Alhamdulillah 400 pertandingan yang digelar diberbagai lapangan, terlaksana dengan baik,” ucapnya.

Lebih lanjut, Diki Engla menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kota Payakumbuh dan Forkopimda atas dukungan penuh yang telah diberikan dalam penyelenggaraan Liga Askot. “Terima kasih bapak Walikota dan Pemerintah Kota serta Forkopimda yang mendukung penuh liga yang kita gelar. Liga tahun ini merupakan liga ketiga yang kita gelar sejak tahun 2022, 2024 dan 2025,” tambahnya, menegaskan komitmen ASKOT PSSI dalam pembinaan sepak bola usia dini di Payakumbuh.

Ketua ASKOT juga menjelaskan bahwa liga dengan sistem kompetisi penuh ini tidak hanya bertujuan untuk mencetak pemain sepak bola profesional, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. “Liga ini untuk bentuk tim dan pemain profesional, juga untuk tingkatkan ekonomi masyarakat. Selain itu, pihaknya juga Lakukan peningkatan atau lisensi pelatih,” tambahnya, menggarisbawahi pentingnya peningkatan kualitas pelatih dalam ekosistem sepak bola.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Payakumbuh, Yengki Oktrio, menyoroti peran krusial olahraga dalam melindungi generasi muda dari pengaruh negatif. “Olahraga salah satu cara menjauhkan para atlit dan generasi muda dari hal-hal negatif dan perilaku yang merusak, olahraga solusi penyelamat generasi muda,” ucapnya, menekankan bahwa olahraga adalah investasi penting bagi masa depan bangsa.

Yengki Oktrio juga memberikan apresiasi tinggi kepada ASKOT PSSI Payakumbuh atas keberhasilan penyelenggaraan Liga ASKOT PSSI tahun 2025. “Payakumbuh saat ini ditakuti karena penghasil pemain yang profesional. Banyak atlit, pelatih dan tokoh sepakbola asal Payakumbuh yang berkiprah di tingkat Nasional, terima kasih kepada jajaran ASKOT PSSI. Kami berharap target medali bisa diraih arget emas dalam PORPROV tahun 2026 nanti,” tutupnya, menaruh harapan besar pada potensi atlet-atlet Payakumbuh di kancah yang lebih tinggi.

Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman Putra, dalam sambutannya menegaskan dukungan penuh terhadap upaya-upaya yang dilakukan untuk melahirkan atlet berprestasi di Kota Payakumbuh. “DPRD mendukung kebijakan pro rakyat dalam sarana dan prasarana olahraga agar mampu melahirkan atlit yang profesional yang mampu bertanding dan bersaing di tingkat Nasional dan Internasional,” ujarnya, menunjukkan komitmen legislatif dalam mendukung pengembangan olahraga.

Wirman Putra juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus ASKOT PSSI Payakumbuh atas terselenggaranya kompetisi atau Liga tersebut. “Terima kasih dengan Liga yang digelar, melalui kompetisi terus lahirkan bibit-bibit unggul, menjadikan hal positif dan ajang silaturahmi. Kepada juara, Jadikan motivasi untuk berlatih dan terus berlatih, Yang tidak juara tetap semangat,” tutupnya, memberikan semangat kepada seluruh peserta liga.

Walikota Payakumbuh, Zulmaeta, yang secara resmi menutup Liga ASKOT PSSI Kota Payakumbuh tahun 2025, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh untuk terus memajukan olahraga, khususnya sepak bola, sebagai bagian dari pembangunan karakter generasi muda. “Sepakbola kota Payakumbuh harus juara dalam PORPROV nantinya, Kompetisi (Liga) ini Sebagai pembinaan, melalui Liga ini tidak hanya mencari juara namun juga membentuk karakter para atlit serta menjunjung nilai sportivitas,” ucapnya.

Zulmaeta juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Payakumbuh akan terus berupaya untuk meningkatkan fasilitas dan pengembangan olahraga. “Semoga Kompetisi ini dapat melahirkan atlit yang berprestasi dan profesional di tingkat Provinsi, Nasional maupun Internasional, Pemko Payakumbuh akan terus mendukung,” tutupnya, menjanjikan dukungan berkelanjutan bagi kemajuan olahraga di Payakumbuh.

Sebagai bagian dari Closing Ceremony, dilakukan pemberian hadiah dan uang pembinaan kepada para juara Liga dari berbagai kelompok usia, sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi mereka dalam mengembangkan potensi sepak bola.