Padang – Institut Teknologi Padang (ITP) memasuki era baru kepemimpinan dengan pelantikan Prof. Dr.Eng.Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM, sebagai rektor. Acara pelantikan yang berlangsung pada Senin (26/2/2026) dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Teknologi Padang, Ampri Satyawan. Penunjukan ini diharapkan membawa angin segar bagi inovasi dan keberlanjutan kemajuan di ITP.
Sebelum menduduki jabatan rektor, Maidiawati merupakan Wakil Rektor I ITP. Alumni Jurusan Teknik Sipil angkatan 1991 ini menggantikan Prof. Dr. Ade Indra, S.T., M.T., IPM, yang tengah berjuang memulihkan kesehatannya. Pengalaman dan dedikasi Maidiawati menjadi alasan utama penunjukannya, dengan harapan mampu membawa ITP mencapai visi yang lebih tinggi.
Maidiawati, yang menamatkan pendidikan Magister dan Doktoral di Toyohashi University of Technology, Jepang, telah menunjukkan komitmennya dalam berkarier sebagai dosen di ITP. Dalam pidato pelantikannya, ia menyampaikan visi untuk membawa inovasi, semangat baru, dan kemajuan berkelanjutan bagi seluruh sivitas akademika ITP. Ia juga mengajak seluruh civitas akademika untuk memberikan dukungan moril dan doa bagi kesembuhan rektor sebelumnya.
Sebagai rektor baru, Maidiawati menyadari betul tanggung jawab besar yang diembannya. Dalam pidato perdananya, ia menegaskan, “Amanah ini bukan sekadar kehormatan pribadi, tetapi tanggung jawab besar yang harus dipertanggungjawabkan secara institusional, profesional, moral, dan spiritual,” ujarnya.
Kebijakan yang akan diusung Maidiawati menekankan penguatan ITP sebagai institusi pendidikan tinggi teknik yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Hal ini selaras dengan visi ITP untuk menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional.
Beberapa fokus utama dalam kepemimpinan Maidiawati mencakup penguatan tata kelola kampus melalui penerapan prinsip good university governance yang transparan dan akuntabel, termasuk digitalisasi layanan akademik dan nonakademik. Selain itu, ia juga menekankan peningkatan mutu akademik dan akreditasi melalui penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), peningkatan kualifikasi dan jabatan fungsional dosen, serta penguatan budaya riset dan publikasi ilmiah.
Prioritas utama lainnya adalah penguatan riset, dengan harapan hasil penelitian dapat memberikan solusi konkret bagi masyarakat dan dunia usaha. Pengembangan sumber daya manusia dan budaya akademik juga menjadi perhatian penting, mengingat ITP saat ini memiliki 76 dosen dan 45 tenaga kependidikan, di mana sebagian besar dosen memiliki kualifikasi yang mumpuni, termasuk gelar Guru Besar dan Doktor.
Penguatan jejaring dan reputasi institusi melalui kerja sama yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas lulusan dan daya serap di dunia kerja juga menjadi bagian integral dari strategi kepemimpinan Maidiawati.
Prof. Maidiawati (54), yang juga merupakan alumni SMP N Lengayang, menjelaskan bahwa ITP saat ini memiliki dua kampus, sepuluh program studi dengan akreditasi Baik Sekali, sekitar 1.700 mahasiswa aktif, serta lebih dari 10.000 alumni yang berkiprah di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan hingga dunia industri dan wirausaha. Hal ini menunjukkan kontribusi signifikan ITP dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.







