www.domainesia.com
News

Minang Berduka: Tokoh Adat Yus Datuak Parpatiah Tutup Usia, Tinggalkan Warisan

21
×

Minang Berduka: Tokoh Adat Yus Datuak Parpatiah Tutup Usia, Tinggalkan Warisan

Sebarkan artikel ini
tokoh-adat-dan-budayawan-minang,-yus-datuak-parpatih-meninggal-dunia 
Tokoh Adat dan Budayawan Minang, Yus Datuak Parpatih Meninggal Dunia 

Padang – Masyarakat Minangkabau berduka atas wafatnya salah seorang tokoh adat dan budayawan terkemuka, Yusbir Datuak Parpatiah, yang akrab disapa Yus Dt Parpatiah. Kabar duka ini menjadi pukulan berat bagi pelestarian budaya di Sumatera Barat. Almarhum menghembuskan nafas terakhir di Rumah Tuo Suku Sikumbang, Jorong Nagari, Kanagarian Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, pada hari Sabtu sore, 28 Maret 2026.

Kontribusi besar Yus Dt Parpatiah dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya daerah menjadikannya sosok yang sangat dihormati. Karya-karyanya yang beragam, mulai dari monolog adat yang sarat makna, pepatah-petitih yang menjadi pedoman hidup, hingga drama edukatif yang menghibur sekaligus mendidik, telah memberikan warna tersendiri bagi khazanah budaya Minangkabau.

Lebih dari sekadar seniman, almarhum juga dikenal sebagai seorang “guru adat” yang tak kenal lelah dalam menyebarkan dan melestarikan nilai-nilai luhur Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS – SBK), sebuah filosofi hidup yang menjadi fondasi budaya Minangkabau. Dedikasinya dalam bidang ini telah menginspirasi banyak generasi muda untuk mencintai dan melestarikan warisan budaya nenek moyang, memastikan keberlanjutan tradisi di tengah arus modernisasi.

Yus Dt Parpatiah, yang lahir pada tanggal 7 April 1939, telah menorehkan jejak yang mendalam dalam ingatan masyarakat Minangkabau. Nasihat-nasihat bijaknya, pituah-pituah yang penuh makna, serta sandiwara radio dan drama berbahasa Minang yang populer sejak dekade 80-an, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, memberikan hiburan sekaligus pendidikan moral.

Upaya pelestarian budaya Minangkabau yang dilakukan oleh almarhum melalui karya-karyanya dalam bentuk kaset pada dekade 80-an hingga 90-an, merupakan warisan berharga yang patut diapresiasi. Hingga saat ini, rekamannya masih beredar dalam format video yang tersedia dalam bentuk VCD, sehingga dapat dinikmati oleh generasi muda. Karya-karya tersebut menjadi bukti nyata kecintaan dan komitmen almarhum terhadap budaya Minangkabau, memastikan bahwa nilai-nilai tradisional tetap hidup dan relevan di era digital.