Jakarta – Minang Geopark Run (MGR) 2025 yang akan diselenggarakan di Bukittinggi, Sumatera Barat, menunjukkan daya tarik yang signifikan di kalangan masyarakat, sehingga panitia penyelenggara memutuskan untuk memperluas kuota peserta. Setelah alokasi awal sebanyak 2.500 tempat terpenuhi, tambahan 500 slot telah dibuka untuk mengakomodasi permintaan yang terus meningkat.
Keputusan untuk menambah kuota ini merupakan respons langsung terhadap tingginya minat dari para pelari yang telah mendaftar dalam daftar tunggu di berbagai kategori yang ditawarkan. Periode pendaftaran tambahan ini akan berlangsung hingga tanggal 30 September 2025.
MGR 2025, yang dijadwalkan berlangsung pada 30 November 2025, menawarkan sebuah konsep yang menggabungkan kegiatan olahraga lari dengan promosi potensi wisata alam, kekayaan budaya, serta keunggulan kuliner khas Minangkabau. Event ini diharapkan dapat menarik minat tidak hanya dari kalangan atlet profesional, tetapi juga wisatawan domestik dan mancanegara yang ingin menjelajahi keindahan dan keunikan Minangkabau.
Sebagai bagian dari rangkaian promosi acara, sebuah pre-event MGR 2025 telah sukses diselenggarakan di Stadion Akuatik GBK, Jakarta, pada tanggal 14 September 2025. Acara tersebut melibatkan para pendiri MGR bersama dengan perwakilan dari berbagai komunitas lari di Jakarta, yang berpartisipasi dalam kegiatan lari bersama sejauh 5 kilometer di area Car Free Day (CFD) Jalan Sudirman.
Founder MGR, Yv Tri Saputra, memberikan apresiasi atas respons positif yang ditunjukkan oleh para pelari di Jakarta terhadap acara ini. “Antusiasme pelari Jakarta sangat tinggi terhadap event ini,” tuturnya.
Event MGR 2025 mengusung tema “Alek Gadang Pelari”, yang selaras dengan semangat “Memuliakan Bumi, Mensejahterakan Masyarakat” yang menjadi dasar dari Geopark Run Series Indonesia. Penyelenggaraan acara ini diinisiasi secara mandiri melalui kolaborasi dengan berbagai sponsor dari sektor swasta dan BUMN, serta mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota Bukittinggi, dan Badan Pengelola Geopark Sianok-Maninjau.







