Dharmasraya – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan infrastruktur daerah melalui kolaborasi erat dengan sektor swasta, namun di sisi lain, pemerintah daerah juga tidak menoleransi praktik korupsi. Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, secara aktif menggandeng berbagai perusahaan untuk berpartisipasi dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) yang difokuskan pada perbaikan dan peningkatan kualitas infrastruktur di berbagai nagari.
Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi solusi strategis untuk mempercepat pembangunan daerah, sekaligus mengurangi ketergantungan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Beberapa perusahaan telah menyatakan kesediaannya untuk mendukung program ini dengan mengalokasikan dana CSR mereka untuk perbaikan jalan, jembatan, serta fasilitas pendukung masyarakat lainnya.
Sebagai contoh, PT. Incasi Raya telah menyetujui untuk melaksanakan perbaikan jalan kabupaten di Nagari Tanjung Alam, perbaikan jalan dari Simpang SMKN 1 Sungai Rumbai menuju Sopan Jaya, serta peningkatan jalan dari Abai Siat menuju batas Solok Selatan. Sementara itu, PT. Selago Makmur Plantation (SMP) juga turut berpartisipasi dalam perbaikan jalan di Simpang SMKN 1 Sungai Rumbai dan jalan Abai Siat-batas Solok Selatan.
Kontribusi signifikan juga diberikan oleh PT. Sumbar Andalas Kencana (SAK), yang membangun jembatan permanen di Jorong Kampung Surau, memperbaiki jalan poros Nagari Sitiung, dan meningkatkan ruas jalan dari Nagari Tiumang menuju akses perkebunan. Beberapa pekerjaan, seperti perbaikan jembatan di Kampung Surau, telah berhasil diselesaikan. PT. Bina Pratama Sakato Jaya juga turut berkontribusi dengan melaksanakan program CSR berupa perbaikan jembatan pengairan di Kampung Surau, yang pengerjaannya juga telah rampung.
Bupati Annisa Suci Ramadhani menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh dunia usaha dalam pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. “CSR merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan,” ujarnya, pada Rabu (10/9/2025).
Pemerintah daerah berharap kolaborasi yang positif ini dapat terus berlanjut, sehingga program pembangunan di Dharmasraya tidak hanya bergantung pada APBD, tetapi juga ditopang oleh partisipasi aktif dari sektor swasta. Dengan demikian, diharapkan pembangunan infrastruktur dapat berjalan lebih cepat dan merata, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Namun, di tengah upaya pembangunan yang gencar, Bupati Dharmasraya juga menunjukkan ketegasan dalam menegakkan hukum dan memberantas korupsi. Hal ini dibuktikan dengan langkahnya menyerahkan kasus dugaan tindak pidana korupsi di Badan Keuangan Daerah (BKD) kepada pihak kepolisian. Tindakan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga integritas pengelolaan keuangan daerah dan memberikan efek jera bagi pelaku korupsi.







