Tanahdatar – Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mengikuti kegiatan wirid Korpri yang diadakan di Masjid Nurul Amin, Pagaruyung, pada hari Jumat (23/1/2026). Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW ini, diharapkan menjadi momentum penting bagi ASN untuk meningkatkan kualitas diri, baik secara profesional maupun spiritual.
Bupati Eka Putra dalam sambutannya menekankan pentingnya kedisiplinan bagi seluruh ASN. Disiplin yang dimaksud tidak hanya terbatas pada pelaksanaan tugas kedinasan, tetapi juga mencakup kepatuhan terhadap aturan berpakaian serta penggunaan atribut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bupati Eka Putra mengajak seluruh ASN untuk menjadikan peringatan Isra Mikraj sebagai sarana introspeksi diri. “Momentum Isra Mikraj ini mari jadikan sebagai sarana introspeksi dan peningkatan disiplin dalam bekerja melayani masyarakat, dengan menjunjung tinggi kejujuran, integritas, serta tanggung jawab,” ujar Eka.
Lebih lanjut, Bupati Eka Putra menyoroti bahwa ASN tidak hanya dituntut untuk memiliki keunggulan profesional, tetapi juga harus memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat. Hal ini, menurutnya, sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berakhlak mulia. “Mari tingkatkan kedisiplinan dan keimanan. Manfaatkan kesempatan beribadah, baik yang wajib maupun sunah, termasuk mengikuti wirid Korpri yang dilaksanakan dua kali dalam sebulan,” ucap Eka, menekankan pentingnya keseimbangan antara duniawi dan ukhrawi.
Ustaz Zulhamdi, pimpinan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Siringan-Ringan, Padang Pariaman, yang hadir sebagai penceramah, memberikan tausiah yang menekankan pentingnya menjaga diri dari perbuatan maksiat. Ia mengingatkan jamaah akan firman Allah SWT dalam Surat At-Tin ayat 4, yang menyatakan bahwa manusia diciptakan dalam sebaik-baik bentuk. Ustaz Zulhamdi menjelaskan keunggulan manusia dibandingkan makhluk lain. “Berbeda dengan hewan yang hanya makan dari bumi, manusia diberi kebutuhan dari bumi dan langit. Ruh manusia membutuhkan zikir, istigfar, doa, serta membaca Al-Qur’an agar hidup lebih bermakna,” jelas Zulhamdi, menekankan pentingnya dimensi spiritual dalam kehidupan manusia.







