www.domainesia.com
News

Pemkab Tanah Datar Pacu Buka Akses Jalan Sumpur Terdampak Banjir Bandang

43
×

Pemkab Tanah Datar Pacu Buka Akses Jalan Sumpur Terdampak Banjir Bandang

Sebarkan artikel ini
pemkab-tanah-datar-pacu-buka-akses-jalan-sumpur-terdampak
Pemkab Tanah Datar Pacu Buka Akses Jalan Sumpur Terdampak

Sumpur – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus berupaya keras dalam memulihkan infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir bandang di Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan. Pembukaan kembali akses jalan provinsi yang terputus menjadi prioritas utama mengingat perannya sebagai jalur penghubung vital bagi beberapa nagari yang terdampak paling parah.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pengalihan arus sungai dan penimbunan jalur jalan yang rusak dengan mengerahkan alat-alat berat. Langkah ini diambil untuk mempercepat terbukanya akses jalan, sehingga penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan dapat segera dilakukan. “Ini penting agar akses cepat terbuka sehingga bantuan bisa lebih mudah disalurkan,” tegas Eka Putra, Kamis (4/12).

Terputusnya jalan provinsi di Nagari Sumpur, yang menghubungkan Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok, telah menyebabkan gangguan signifikan terhadap mobilitas warga, distribusi logistik, serta akses terhadap layanan publik yang esensial. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menyadari betul dampak yang ditimbulkan akibat terputusnya akses jalan ini.

Guna mempercepat proses perbaikan jalan, pembersihan material, dan normalisasi sungai, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar membutuhkan dukungan tambahan berupa alat-alat berat. Dinas PUPR Tanah Datar mencatat bahwa terdapat 14 titik sungai yang mengalami kerusakan dan memerlukan normalisasi dengan pemasangan tanggul batu beronjong. Kondisi ini membutuhkan penanganan segera agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih parah.

Saat ini, pembersihan material dari rumah-rumah warga dilakukan secara manual dengan melibatkan personel TNI dan warga setempat. Upaya gotong royong ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak. Keterlibatan aktif masyarakat dan TNI menjadi modal penting dalam proses pemulihan pasca bencana.

Wali Nagari Sumpur, Fernando, menyampaikan harapan agar pemerintah provinsi dan pusat dapat memberikan dukungan untuk mempercepat pemulihan akses jalan dan normalisasi sungai. “Di sekitar Batang Sumpur banyak lahan pertanian dan permukiman warga. Kami sangat berharap akses segera pulih,” ujar Fernando, menekankan betapa pentingnya pemulihan akses bagi keberlangsungan hidup masyarakat setempat.

Banjir bandang yang terjadi telah menyebabkan kerugian yang signifikan, dengan 12 rumah hanyut, 13 rumah mengalami kerusakan berat, dan 23 rumah berada di zona merah dengan risiko tinggi. Kondisi ini semakin mempertegas urgensi penanganan yang cepat dan tepat untuk meminimalkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat Nagari Sumpur. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan.