News

Pemko Padang Percepat Vaksinasi PMK Tahap Kedua Ternak

36
×

Pemko Padang Percepat Vaksinasi PMK Tahap Kedua Ternak

Sebarkan artikel ini
cegah-penularan-pmk,-distan-kota-padang-vaksinasi-ternak-warga
Cegah Penularan PMK, Distan Kota Padang Vaksinasi Ternak Warga

Padang – Pemerintah Kota Padang kembali menggeber vaksinasi tahap kedua untuk mencegah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi, kerbau, kambing, dan domba mulai Rabu (1/7/2026). Langkah ini menjadi upaya pemkot untuk menjaga kesehatan hewan ternak sekaligus menekan penyebaran virus PMK di wilayah setempat.

Pada tahap ini, Dinas Pertanian menyiapkan 700 dosis vaksin gratis bagi peternak. Kuota tersebut disebut terbatas sehingga peternak diminta segera memanfaatkannya dengan membawa identitas diri. Syarat utama vaksinasi, ternak harus dalam kondisi sehat.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, mengatakan pihaknya menargetkan total 3.000 dosis vaksin dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada tahun ini. “Hingga awal Juli 2026, realisasi vaksinasi telah mencapai 1.300 dosis yang tersebar di 10 kecamatan,” ujar Yoice.

Ia menjelaskan, Kecamatan Padang Barat menjadi satu-satunya wilayah yang belum memperoleh jatah vaksin karena tidak memiliki populasi sapi. Pelaksanaan vaksinasi dilaksanakan dokter hewan dari Bidang Kesehatan Hewan bersama tim Puskeswan yang sebelumnya telah melakukan survei lokasi.

Yoice menyebut vaksinasi diprioritaskan untuk sapi betina guna mendukung pengembangan populasi ternak. “Fokus utama memang sapi betina, namun sapi jantan tetap bisa divaksin selama tidak mendekati masa pemotongan kurban,” katanya.

Ia menargetkan seluruh 3.000 dosis vaksin dapat tersalurkan paling lambat September 2026. Menurutnya, vaksinasi efektif meningkatkan imunitas ternak dan menekan angka kematian akibat PMK.

“Kami mengimbau peternak agar tidak takut memvaksin ternaknya karena ini akan mempercepat proses pemulihan jika ternak terpapar virus,” tambah Yoice.

Pemko Padang berharap program ini dapat menjaga produktivitas peternakan sekaligus melindungi ekonomi para peternak lokal.