www.domainesia.com
News

Perumda Padang Kurangi Sedimen IPA Taban, Jaga Kualitas Air Pelanggan

53
×

Perumda Padang Kurangi Sedimen IPA Taban, Jaga Kualitas Air Pelanggan

Sebarkan artikel ini
perumda-air-minum-padang-lakukan-pengurasan-sedimen-ipa-taban
Perumda Air Minum Padang Lakukan Pengurasan Sedimen IPA Taban

Padang – Perumda Air Minum Kota Padang mengambil langkah proaktif dalam menjaga kualitas air bersih yang didistribusikan kepada para pelanggan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melaksanakan pengurasan sedimen secara berkala di Reservoir Instalasi Pengolahan Air (IPA) Taban. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis, 11 September 2025.

Pengurasan sedimen merupakan bagian dari agenda rutin yang dijalankan oleh perusahaan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memastikan bahwa air yang sampai ke tangan pelanggan tetap terjaga kebersihannya, memenuhi standar higienis, dan aman untuk dikonsumsi sehari-hari. Penumpukan sedimen di dalam reservoir berpotensi menimbulkan penurunan kualitas air, sehingga pengurasan berkala menjadi tindakan preventif yang krusial.

Selama proses pengurasan berlangsung, operasional IPA Taban akan tetap berjalan. Meskipun terdapat pengalihan sebagian air untuk keperluan pengurasan, yang berpotensi menyebabkan sedikit penurunan debit distribusi ke wilayah layanan, pihak manajemen Perumda Air Minum Kota Padang memberikan jaminan bahwa tidak akan terjadi gangguan distribusi yang signifikan. Hal ini dimungkinkan berkat desain reservoir IPA Taban yang memiliki dua kompartemen, sehingga pengurasan dapat dilakukan secara bergantian tanpa mengganggu pasokan air secara menyeluruh.

Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menyoroti pentingnya pengurasan rutin dalam menjaga kualitas air yang optimal. “Sedimen itu memang harus dikuras berkala untuk menjaga kualitas air tetap prima, higienis, dan aman bagi pelanggan. Biasanya, proses pengurasan berlangsung sekitar 4 hingga 5 jam,” tutur Adhie.

Frekuensi pengurasan, menurut Adhie, sangat bergantung pada kondisi air baku yang tersedia. Apabila air baku tetap jernih sepanjang tahun, pengurasan cukup dilakukan satu kali dalam setahun. Namun, pada musim hujan, ketika kadar kekeruhan air cenderung meningkat, pengurasan dapat dilakukan hingga dua kali setahun untuk menjaga kualitas air tetap stabil.

Lebih lanjut, Adhie menjelaskan bahwa perusahaan secara rutin melakukan pemantauan terhadap kondisi reservoir guna mengukur ketebalan sedimen yang mengendap. “Namun selalu dilakukan pengecekan berkala, untuk mengukur ketebalan sedimen. Kalau seharusnya dikuras, maka akan dilakukan pengurasan. Jadi tergantung kondisi,” jelas Adhie.

Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi pengurangan debit selama proses pengurasan berlangsung, Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk menampung air sebagai cadangan. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul. Namun langkah ini penting agar air yang sampai ke rumah pelanggan tetap berkualitas terbaik,” kata Adhie.

Dengan pelaksanaan pengurasan sedimen secara rutin, Perumda Air Minum Kota Padang menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan yang optimal dan memastikan kualitas air yang sehat, higienis, serta layak untuk dikonsumsi oleh seluruh pelanggan di wilayahnya.