Padang – Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Nagari memperkokoh posisinya sebagai pemain kunci dalam ekosistem keuangan syariah regional dengan meresmikan Kantor Fungsional Syariah di Pekanbaru. Langkah strategis ini menandai komitmen Bank Nagari dalam memperluas layanan dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi syariah lintas provinsi.
Peresmian kantor yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman No. 337, Pekanbaru, dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, Kepala OJK Riau Tri Yogalaksito, serta tokoh masyarakat Minang. Gubernur Mahyeldi Ansharullah menyampaikan apresiasi atas peran Bank Nagari Syariah dalam menjembatani dan memperkuat ekonomi syariah antar wilayah. “Bank Nagari Syariah bukan hanya institusi keuangan, tapi juga mitra pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk UMKM dan perantau Minang,” ujar Mahyeldi.
Ekspansi ini didorong oleh kinerja UUS Bank Nagari yang mengesankan, dengan pangsa pasar perbankan syariah di Sumatera Barat mencapai 41 persen. Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, menjelaskan bahwa pembukaan kantor baru ini merupakan wujud komitmen Bank Nagari dalam menyediakan layanan keuangan syariah yang lebih komprehensif. Gusti Candra juga menyoroti pencapaian UUS Bank Nagari yang terus mencatatkan pertumbuhan positif. Pada tahun 2024, UUS Bank Nagari dinobatkan sebagai yang terbaik di kelasnya untuk kelompok UUS beraset Rp5-10 triliun, dengan perolehan skor di atas 90 persen. Aset UUS tercatat meningkat dari Rp6,1 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp6,3 triliun per Juni 2025. “Kontribusi UUS terhadap total aset Bank Nagari mencapai 19,10 persen, tertinggi di antara seluruh UUS Bank Pembangunan Daerah se-Indonesia,” kata Gusti.
Selain pertumbuhan aset, UUS Bank Nagari juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp195 miliar pada tahun 2024, meningkat hampir 18 persen dari tahun sebelumnya. Pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp4 triliun dengan pertumbuhan di atas 18 persen, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) menembus angka Rp5 triliun, naik sekitar 28 persen. Bank Nagari Syariah juga berhasil menjaga rasio pembiayaan bermasalah (NPF gross) di level 1,14 persen, yang berada di bawah rata-rata industri, serta mencatatkan efisiensi operasional dengan rasio BO/PO sebesar 55 persen.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyambut baik kehadiran kantor baru ini, mengakui potensi besar pasar syariah di Pekanbaru. Ketua Panitia Heri Fitrianto menambahkan bahwa pembukaan kantor ini telah menghasilkan 80 rekening baru dengan total dana Rp590 juta dan realisasi pembiayaan sebesar Rp16 miliar. Ekspansi ini juga ditandai dengan kerja sama strategis bersama Yayasan Az Zuhra Group dan dua biro perjalanan haji dan umrah.
Momentum peresmian kantor syariah ini bertepatan dengan perayaan milad ke-19 UUS Bank Nagari, yang menjadi kesempatan untuk memperkuat tata kelola dan adaptasi terhadap regulasi baru dari OJK. Gusti Candra menegaskan bahwa semangat inklusi dan keberkahan akan terus menjadi landasan dalam memperluas peran Bank Nagari Syariah. “Bank Nagari Syariah adalah bank yang terbuka untuk semua. Kami hadir dengan semangat bangga bersyariah, dan siap memperkuat kontribusi nyata dalam pembangunan daerah,” pungkasnya.







