www.domainesia.com
News

PKPS Lantik Pengurus Baru: Perantau Minang Siap Bangun Pesisir Selatan!

17
×

PKPS Lantik Pengurus Baru: Perantau Minang Siap Bangun Pesisir Selatan!

Sebarkan artikel ini
tongkat-estafet-buat-pemimpin
Tongkat Estafet Buat Pemimpin

Jakarta – Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS) menggelar acara pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) periode 2025-2030, yang menyoroti pentingnya sinergi antara perantau dan kampung halaman. Acara yang berlangsung di The Tavia Heritage Hotel Cempaka Putih pada 13 September 2025 ini dihadiri oleh ratusan perantau Minang yang berasal dari Kabupaten Pesisir Selatan dan kini berdomisili di berbagai wilayah. Pelantikan ini menjadi sebuah momentum krusial bagi organisasi untuk terus memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat Pesisir Selatan.

Prosesi pelantikan ditandai dengan serah terima bendera pataka dari perwakilan Ketua Umum periode sebelumnya, DR. H. Alirmansori, SH. M.Hum. MM., dan Drs. Zulhendri Chaniago, MM., kepada Ketua Umum yang baru, Adi Karsyaf, SH. MH. Adi Karsyaf diharapkan mampu mengemban amanah dan tanggung jawab kepemimpinan PKPS selama lima tahun ke depan, dengan dukungan Sekretaris Jenderal Bakri Maulana SE.MP.

Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting asal Pesisir Selatan, termasuk Hj. Lisda Hendrajoni, SE. M.MTr. (Anggota DPR RI), Cerint Irraloza Tasya (Anggota DPD RI), dan Risnaldi Ibrahim (Wakil Bupati Pesisir Selatan). Kehadiran para tokoh ini semakin memperkuat komitmen PKPS dalam membangun jaringan yang solid untuk kemajuan daerah. Selain itu, hadir pula para penasihat dan pembina dewan pakar DPP PKPS, DPW, DPD, perwakilan DPP Gebu Minang, perwakilan DPP IKM, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam konteks budaya Minangkabau, tradisi merantau memiliki makna yang sangat mendalam. Merantau bukan hanya sekadar mencari penghidupan di luar kampung halaman, tetapi juga merupakan upaya untuk meraih kesuksesan dan memberikan kontribusi positif bagi keluarga serta masyarakat. Para perantau Minang dikenal memiliki semangat yang tinggi untuk beradaptasi dan mengembangkan diri di berbagai bidang, mulai dari perdagangan hingga pemerintahan.

Semangat merantau ini tercermin dalam motto DPP PKPS, yaitu “sakali aia gadang, sakali tapian barubah,” yang mengandung makna tantangan dalam setiap regenerasi kepemimpinan dan elemen pengurus organisasi. Motto ini menekankan pentingnya adaptasi dan inovasi dalam menghadapi perubahan zaman, serta semangat untuk terus memberikan yang terbaik bagi organisasi dan masyarakat.

Seorang tokoh yang hadir dalam acara tersebut menyoroti lima pilar utama yang menjadi kunci keberhasilan sebuah organisasi, yaitu gagasan atau konsep, finansial, sumber daya manusia (SDM), obsesi, dan kemistri. Gagasan atau konsep menjadi landasan bagi pengembangan inovasi dan realisasi program-program organisasi. Finansial menjadi faktor penting untuk memastikan keberlangsungan operasional organisasi. SDM yang berkualitas dan memiliki semangat pengabdian menjadi aset berharga bagi organisasi. Obsesi terhadap tujuan yang ingin dicapai menjadi motivasi untuk terus berjuang dan memberikan yang terbaik. Kemistri antar anggota organisasi menjadi kunci untuk membangun sinergi dan loyalitas dalam mencapai tujuan bersama.

Tokoh tersebut menjelaskan bahwa gagasan menjadi fondasi penting dalam berorganisasi, memungkinkan pengurus untuk terus berinovasi dan merealisasikan konsep-konsep yang telah direncanakan.

Mengenai pentingnya aspek finansial, tokoh tersebut menambahkan, “Tentu organisasi itu tidak akan berjalan atau mungkin stagnant, ironisnya akan vakum jika minyak tidak ada, tentu mesin kendaraannya tak berjalan. Ini tugas kita bersama dalam organisasi memikirkan itu. Tapi Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan baik dengan adanya maecenas personal dapat berkontribusi menghidupi organisasi. ‘Banyak jalan menuju Roma’ bak pepatah.”

Lebih lanjut, tokoh tersebut menekankan bahwa esensi dari setiap perkumpulan terletak pada tiga pilar utama, yaitu agama, sosial, dan budaya. Agama menjadi pedoman agar tidak salah arah, melahirkan manusia yang berjiwa sosial kepada sesama, diiringi nilai-nilai budaya membentuk peradaban yang indah. Hal ini menjadi amanah yang harus dikaji dan diterapkan oleh bidang sosial, budaya, dan agama.