www.domainesia.com
News

Rahmat Saleh Dorong Literasi Politik Gen Z di Era Digital

28
×

Rahmat Saleh Dorong Literasi Politik Gen Z di Era Digital

Sebarkan artikel ini
rahmat-saleh-dorong-literasi-politik-gen-z-di-era-digital
Rahmat Saleh Dorong Literasi Politik Gen Z di Era Digital

Jakarta – Diskusi mengenai peran krusial generasi muda dalam lanskap politik Indonesia kembali mengemuka dalam sebuah forum. Seminar yang bertepatan dengan peluncuran buku berjudul “Prosumenesia: Transformasi Media Digital dalam Politik dan Demokrasi” menjadi platform untuk mengkaji pengaruh media terhadap pembentukan pandangan politik generasi Y dan Z.

Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, selaku salah satu pembicara utama dalam acara yang diselenggarakan di Gedung DPR, Kamis (11/9/2025), menyoroti signifikansi media dalam membentuk orientasi politik generasi muda. Menurutnya, efektivitas media tercermin melalui mekanisme seperti agenda-setting, framing, bandwagon effect, dan efek viral.

Rahmat Saleh menekankan urgensi literasi kritis di kalangan pemilih muda. “Tanpa literasi kritis, pemilih muda rentan diarahkan oleh popularitas dan tren, alih-alih menilai substansi kebijakan,” kata Rahmat.

Buku “Prosumenesia” memperkenalkan konsep baru dalam konteks komunikasi digital di Indonesia. Buku ini menyoroti peran sentral generasi milenial dan Gen Z, yang mencakup sekitar 60 persen dari total pemilih pada Pilpres 2024. Partisipasi politik digital generasi Z ditandai dengan kecepatan dan skala yang masif, yang terwujud melalui kampanye tagar, petisi daring, dan kampanye viral.

Menanggapi fenomena ini, Rahmat Saleh merekomendasikan langkah-langkah strategis, termasuk transparansi kepemilikan media, diversifikasi media, dan pelibatan aktif generasi muda dalam forum legislasi. Ia juga menyoroti perlunya peran aktif dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam memastikan kampanye digital menyertakan substansi program yang jelas, menyediakan kanal pemeriksaan fakta yang mudah diakses, dan mengadakan debat publik digital yang ramah bagi generasi Z.

Rahmat Saleh juga mendorong komunitas pemuda dan civil society untuk memperkuat literasi media di kalangan generasi muda. Ia menekankan pentingnya menciptakan ruang deliberasi digital yang inklusif, serta mendorong generasi muda untuk terlibat sebagai produsen konten politik alternatif yang berkualitas.

Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta, memberikan pandangannya mengenai era digital sebagai “pisau bermata dua,” yang membuka ruang partisipasi yang luas, namun juga menghadirkan tantangan seperti misinformasi, disinformasi, dan polarisasi masyarakat.

Salah satu penulis buku “Prosumenesia”, Mira Natalia, mencontohkan fenomena FOMO (Fear of Missing Out) di media sosial sebagai bukti nyata terjadinya “Prosumenesia” di Indonesia. Sementara itu, penulis lainnya, Andre Sainyakit, menekankan pentingnya komunikasi politik yang berbasis pada perdamaian dan saling pengertian.

Seminar ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, politisi, mahasiswa, dan tenaga ahli DPR, yang menunjukkan antusiasme terhadap isu ini.