Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menyatakan dukungannya terhadap aspirasi masyarakat Sumatera Barat yang disampaikan melalui aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Sumbar, Padang, pada Senin (1/9/2025). Saleh menegaskan bahwa ia akan berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkan aspirasi tersebut di tingkat parlemen.
Dalam wawancara daring yang diselenggarakan pada Rabu (3/9/2025), Saleh mengapresiasi aksi unjuk rasa yang berlangsung dengan damai dan teratur. Ia menyatakan bahwa hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat harus dihormati.
Saleh menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para peserta aksi atas partisipasi mereka. “Saya selaku atas nama pribadi serta anggota DPR RI dari fraksi PKS memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada rekan-rekan yang sudah melakukan aksi dengan baik, elegan, tertib, dan tidak melakukan sesuatu yang anarkis maupun merusak fasilitas publik,” ujarnya.
Selain itu, Saleh juga menyampaikan permohonan maaf apabila ada aspirasi yang belum dapat direalisasikan selama ini. Ia kemudian menjelaskan beberapa program yang telah ia perjuangkan selama setahun terakhir. Salah satu program yang ia usulkan adalah pengangkatan tenaga honorer (P3K) menjadi pegawai tetap atau paruh waktu pada tahun 2026. Menurutnya, kebijakan ini dapat menghemat anggaran negara dan menyelamatkan nasib jutaan tenaga honorer.
Saleh juga terus berupaya untuk menertibkan bangunan liar, memperkuat aturan tata ruang, dan memberantas praktik mafia tanah. Ia juga aktif dalam mengadvokasi Program Sertifikasi Tanah Ulayat di Sumatera Barat dan mengawal aspirasi terkait pemekaran wilayah.
Menanggapi tuntutan terkait reformasi Polri dan penyelesaian kasus kematian Afan Kurniawan, Saleh menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan isu ini di DPR RI. Ia juga mendesak Presiden untuk segera melakukan reformasi terhadap institusi Polri.
Sebagai bentuk akuntabilitas publik, Saleh menyatakan bahwa seluruh program dan aspirasi yang ia perjuangkan telah disampaikan di berbagai forum dan media.







