www.domainesia.com
News

Refleksi Satu Tahun “SAKATO”, Antara Tantangan Pembangunan dan Efisiensi Anggaran

37
×

Refleksi Satu Tahun “SAKATO”, Antara Tantangan Pembangunan dan Efisiensi Anggaran

Sebarkan artikel ini
refleksi-satu-tahun-“sakato”,-antara-tantangan-pembangunan-dan-efisiensi-anggaran
Refleksi Satu Tahun “SAKATO”, Antara Tantangan Pembangunan dan Efisiensi Anggaran

Limapuluh Kota – Satu tahun kepemimpinan Bupati Safni Sikumbang dan Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha menandai babak baru dalam pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Limapuluh Kota. Pasangan yang dikenal dengan sebutan Sakato ini, sejak dilantik pada 20 Februari 2025, fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemetaan potensi SDM dan SDA untuk mewujudkan kemandirian daerah.

Prioritas pembangunan tahun pertama kepemimpinan mereka menyasar sektor-sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, peternakan, dan ekonomi kerakyatan. Selain itu, perhatian khusus diberikan pada peningkatan pelayanan publik, kondisi sosial masyarakat, perlindungan pekerja rentan, serta pengembangan sektor keagamaan.

Komitmen Bupati Safni terlihat dari upayanya menjalin komunikasi intensif dengan Pemerintah Pusat melalui berbagai kementerian dan lembaga, serta melibatkan Anggota DPR-RI asal Sumatera Barat. Langkah konkret yang diambil adalah penolakan pembelian mobil dinas baru, dengan mengalihkan anggaran miliaran rupiah tersebut untuk pengadaan alat berat ekskavator, mengingat kerentanan Kabupaten Limapuluh Kota terhadap bencana alam.

Upaya meyakinkan Pemerintah Pusat akan potensi SDA yang didukung SDM unggul dilakukan melalui serangkaian perjalanan Limapuluh Kota-Jakarta. Informasi terkait kondisi infrastruktur jalan, jaringan irigasi, kebutuhan normalisasi aliran sungai, urgensi pembangunan RSUD di IKK Sarilamak, serta permasalahan jalan Payakumbuh-Lintau yang memprihatinkan, disampaikan secara intensif.

Tidak hanya sektor kesehatan, Bupati Safni juga menggagas rencana besar di bidang pendidikan, termasuk pembangunan SMA Taruna Nusantara dan Sekolah Rakyat, serta kelanjutan pembangunan Monumen Bela Negara di Koto Tinggi. Bupati Safni mengatakan, pembangunan sekolah unggulan berskala nasional bertujuan memberikan akses pendidikan bermutu bagi anak-anak di Limapuluh Kota dan sekitarnya tanpa harus ke luar provinsi. “Kami ingin ada sekolah unggulan berskala nasional di daerah, agar anak-anak di Limapuluh Kota dan sekitarnya punya akses pendidikan bermutu tanpa harus jauh ke luar provinsi. Kemudian Sekolah Rakyat, ini bukan sekadar ruang belajar, tapi ruang tumbuhnya harapan anak-anak yang tidak terjangkau sistem pendidikan formal,” ucap Bupati Safni.

Komunikasi intensif terus dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian KB, Kementerian Kesehatan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, serta Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia. Pertemuan juga dilakukan dengan Anggota Komisi IV DPR-RI, Cindy Monica Salsabila dan Alex Indra Lukman, serta Anggota DPR-RI Komisi XII Mulyadi, Komisi V DPR-RI, Zigo Rolanda, Anggota DPR-RI Komisi IX Ade Rizki Pratama dan Andre Rosiade yang juga Ketua DPD Gerindra Sumbar, kemudian Ketua DPD RI.

Kegigihan Bupati Safni dalam memperjuangkan pembangunan di tingkat pusat membuahkan hasil signifikan. Dana miliaran rupiah berhasil dialokasikan untuk rehabilitasi Daerah Irigasi di Limapuluh Kota melalui Inpres 2/2025 yang didanai oleh Kementerian PUPR. Beberapa daerah irigasi yang mendapatkan manfaat antara lain Bandar Aur Duri dan Bandar Baru di Kecamatan Bukit Barisan, Bandar Gadang dan Bandar Kaludan di Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Empang Barobah di Kecamatan Akabiluru, serta Sawah Sibatu di Kecamatan Lareh Sago Halaban. Selain itu, empat lokasi yang masuk tahap ketiga meliputi Daerah Irigasi Ampang Gadang di Kapur IX, Bandar Pulau di Taram, Kecamatan Harau, Batang Kapohan di Nagari Kubang Kecamatan Guguak, serta Batang Tabik di Nagari Sungai Kumayang, dengan total anggaran mencapai 8,1 Miliar.

Dukungan terhadap program ketahanan pangan juga diwujudkan melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta bibit padi unggul yang berhasil diperoleh melalui anggota DPR-RI Cindy Monica Salsabila. Bantuan ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat petani dalam mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan, mengingat sebagian besar penduduk Kabupaten Limapuluh Kota bergerak di sektor pertanian seperti padi, aren, gambir, dan holtikultura.

Perhatian khusus juga diberikan pada budidaya perikanan air tawar, yang memiliki potensi besar di Kabupaten Limapuluh Kota. Bupati Safni secara langsung menjemput bibit ikan unggul di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mewujudkan hal ini. Selain itu, melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), berbagai usulan yang disampaikan oleh Bupati Safni, seperti normalisasi aliran sungai sebagai langkah antisipasi banjir, mendapat respons positif. Pembangunan trotoar sepanjang 6 KM di IKK, serta perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau, juga mendapat perhatian serius dari Menteri PU Dody Hanggodo, yang bahkan turun langsung meninjau kondisi jalan bersama Anggota DPR RI Andre Rosiade. Saat ini, sebagian besar jalan provinsi Payakumbuh-Lintau telah kembali mulus.

Selain pembangunan fisik, pembangunan mental dan karakter anak-anak Kabupaten Limapuluh Kota juga menjadi perhatian. Keberhasilan meraih juara umum MTQ Nasional tingkat Sumbar ke-41 di Bukittinggi menjadi bukti bahwa program-program pendidikan karakter dan akhlak berjalan dengan baik. Pasangan Sakato juga berkomitmen untuk membentuk karakter anak-anak dengan meluncurkan program “Sakato Mangaji”, yang mewajibkan siswa membaca Al-Qur’an selama 15 menit sebelum memulai proses belajar mengajar.

Sebagai wujud komitmen terhadap kesejahteraan pekerja, pasangan Bupati dan Wakil Bupati H.Safni-Rito meluncurkan program SAKATOLIKO (Sejahterakan Pekerja Kito Lima Puluh Kota) melalui jaminan BPJS Ketenagakerjaan, yang bertujuan untuk melindungi pekerja rentan dan berisiko. Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Abdrito Resha, juga meluncurkan branding Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai The Central Of Agro, sebagai upaya memperkuat citra daerah sebagai pusat agrobisnis dan agroindustri berbasis potensi lokal.