www.domainesia.com
News

Tim Medis Rujuk Jemaah Haji Tanah Datar ke RSUP M Djamil

10
×

Tim Medis Rujuk Jemaah Haji Tanah Datar ke RSUP M Djamil

Sebarkan artikel ini
tim-medis-padang-tunda-keberangkatan-jemaah-haji-asal-tanah-datar
Tim Medis Padang Tunda Keberangkatan Jemaah Haji Asal Tanah Datar

Padang – Calon jemaah haji Kloter 13 Embarkasi Padang asal Kabupaten Tanah Datar, Desma Herman Saer (63), batal berangkat ke Tanah Suci setelah dinyatakan tidak laik terbang usai menjalani pemeriksaan kesehatan di Asrama Haji Embarkasi Padang.

Keputusan itu diambil setelah tim medis menemukan kondisi yang membutuhkan perawatan intensif. Begitu tiba di klinik kesehatan, Desma langsung mendapat penanganan darurat karena tidak memenuhi syarat untuk penerbangan jarak jauh.

Desma datang ke asrama haji dengan ambulans dan didampingi petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar. Setibanya di klinik, tim kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) langsung melakukan pemeriksaan lanjutan.

Dokter Klinik Kesehatan Embarkasi Padang, dr. Resnita, menyebut jemaah itu tiba dalam kondisi fisik sangat lemah.

“Jemaah masuk ke ruang klinik menggunakan brankar. Keluhan utamanya adalah terdapat pembengkakan pada kedua kaki,” ujarnya, Kamis, 7 Mei 2026.

Pemeriksaan berikutnya menemukan sejumlah tanda klinis yang membuat pasien harus segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.

“Pasien tampak pucat, mengeluhkan badan lemas, terdapat pembengkakan pada bagian perut kiri bawah, serta memar pada kaki kiri akibat riwayat sempat terjatuh saat berada di kamar mandi,” kata Resnita.

Hasil pemeriksaan awal menyimpulkan Desma mengalami anemia berat disertai gangguan elektrolit. Kondisi itu diduga kuat dipicu penyakit keganasan yang ia derita.

Berdasarkan pertimbangan medis, status tidak laik terbang kemudian ditetapkan demi keselamatan jemaah. Usai pemeriksaan penunjang di asrama haji, Desma langsung dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang.

Saat ini, ia menjalani perawatan intensif di ruang kebidanan kelas I lantai I rumah sakit tersebut. Ia juga sudah mendapat transfusi darah sebanyak tiga kantong untuk menstabilkan kondisinya.

Status tidak laik terbang itu resmi dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan Kesehatan tertanggal 7 Mei 2026.

Padahal, Desma semestinya terbang bersama Kloter 13 menggunakan Garuda Indonesia penerbangan GIA 3513 rute Padang-Jeddah pada Jumat dini hari, 8 Mei 2026.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat, M. Rifki, menyampaikan keprihatinan atas kondisi tersebut sekaligus memberi dukungan moril kepada jemaah dan keluarga.

Ia menegaskan keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji.

“Keselamatan jemaah senantiasa menjadi prioritas utama kita. Syarat istithaah kesehatan benar-benar diterapkan secara ketat agar setiap jemaah terlindungi dari segala risiko yang tidak diinginkan selama menjalankan ibadah haji yang sangat menguras fisik,” ujar Rifki.

Ia juga mengapresiasi kesigapan tim kesehatan Embarkasi Padang dalam melakukan skrining dan penanganan awal.

“Alhamdulillah, tim kesehatan bergerak dengan sangat cepat sehingga kondisi medis jemaah bisa segera ditangani dengan tepat. Mari kita doakan bersama agar beliau segera diberikan kesembuhan,” katanya.

Rifki menambahkan, jika kondisi fisik Desma membaik dan memungkinkan, ia masih bisa diberangkatkan bersama kloter berikutnya.

Ia menegaskan pemeriksaan kesehatan berlapis di embarkasi bukan untuk mempersulit jemaah, melainkan langkah mitigasi dan perlindungan mutlak.