Padang – Universitas Andalas mengukuhkan tujuh Guru Besar baru dalam prosesi yang digelar di Convention Hall Unand, Sabtu (27/6/2026). Dari deretan akademisi yang menerima pengukuhan itu, nama Prof. Ir. Mas Mera, MT., PhD. menjadi salah satu yang menonjol berkat kiprahnya di bidang Mekanika Fluida dan Hidrolika.
Dalam orasi ilmiahnya berjudul “Ketepatan Tipologi Bangunan Pelindung: Sinkronisasi Kinerja Struktur dengan Karakteristik Bencana Hidrometeorologi”, Prof. Mas Mera menyoroti pentingnya menyesuaikan rancangan bangunan air dengan tantangan perubahan iklim. Ia menegaskan bahwa bencana hidrometeorologi menuntut hadirnya struktur pelindung yang benar-benar selaras dengan karakter lingkungan dan risiko di lapangan.
Jejak akademik Prof. Mas Mera dimulai dari Pasaman. Ia menamatkan pendidikan di SD Negeri Kapar angkatan 1980, lalu SMP Negeri Simpang Empat angkatan 1983, sebelum melanjutkan ke SMA Negeri 2 Padang dan lulus pada 1986. Pengukuhannya sebagai guru besar turut menjadi kebanggaan bagi almamater sekaligus teladan bagi para alumnus sekolah tersebut.
Kariernya di Unand dimulai pada 1992 sebagai dosen Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik. Ketertarikannya pada teknik air sebenarnya sudah tampak sejak masa kuliah, ketika ia menyelesaikan tugas akhir berjudul “Perhitungan Konstruksi Fish Landing Site di Gorontalo, Sulawesi Utara” di bawah bimbingan Dr. Hang Tuah, M.Oce.
Ia kemudian memperdalam keahlian dengan menempuh pendidikan magister di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan meraih gelar Magister Teknik pada 1995 di bidang Teknik Sumber Daya Air. Tesisnya berjudul “Model Numerik Refraksi dan Difraksi Gelombang”. Pada tahun yang sama, ia juga mengikuti riset di Yokohama National University, Jepang, dengan fokus “Experimental Models for Wave Refraction and Diffraction” di bawah bimbingan Dr. Tomoya Shibayama.
Gelar doktor diraihnya dari The School of Civil and Environmental Engineering, The University of New South Wales (UNSW), Australia. Dalam disertasi bertajuk “Boussinesq-type Numerical Models”, ia dibimbing Dr. Bruce Cathers dan Assoc. Prof. Ron J. Cox.
Di luar kegiatan mengajar, Prof. Mas Mera juga aktif menulis. Hingga kini, ia telah menerbitkan sembilan buku ajar yang menjadi rujukan mahasiswa teknik, di antaranya Mekanika Fluida Rekayasa Sipil, Hidrolika Saluran Terbuka, Hidrologi Rekayasa, Matematika Rekayasa: Persamaan Diferensial Biasa, Matematika Rekayasa: Vektor & Matriks, serta Proses Pantai.
Pengalamannya juga terbangun melalui berbagai penugasan lapangan. Sejak 2017, ia terlibat di Unit Desain Balai Wilayah Sungai Sumatra V. Selain itu, ia pernah menjadi tenaga ahli di Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat pada 2022-2024 dan di Dinas SDA BK Provinsi Sumatera Barat sejak 2022.
Bagi Prof. Mas Mera, jabatan Guru Besar bukan sekadar pencapaian akademik. Ia memandangnya sebagai amanah untuk terus memberi kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Ke depan, ia berkomitmen memperkuat riset di bidang konstruksi air yang mampu beradaptasi dengan karakteristik bencana di Indonesia. Pengukuhan ini juga menjadi penanda bahwa ketekunan dan konsistensi dapat mengantar putra daerah meraih prestasi dari bangku sekolah hingga perguruan tinggi.







