www.domainesia.com
News

Unbrah Siap Gandeng Mitra untuk Perkuat Tanggap Darurat Bencana

30
×

Unbrah Siap Gandeng Mitra untuk Perkuat Tanggap Darurat Bencana

Sebarkan artikel ini
unbrah-siap-gandeng-mitra-untuk-perkuat-tanggap-darurat-bencana
Unbrah Siap Gandeng Mitra untuk Perkuat Tanggap Darurat Bencana

Padang – Universitas Baiturrahmah (Unbrah) terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana di Sumatera Barat melalui penguatan jaringan kemitraan strategis. Upaya ini difokuskan pada pembentukan sistem tanggap darurat yang terintegrasi dan berkelanjutan, melibatkan berbagai pihak untuk penanganan bencana yang lebih efektif.

Rektor Unbrah, Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, MS, menjelaskan bahwa langkah ini sangat krusial mengingat tingginya intensitas bencana alam di wilayah tersebut. Menurutnya, kebutuhan masyarakat akan bantuan yang cepat dan terkoordinasi menjadi prioritas utama. “Komitmen ini menjadi penting mengingat intensitas bencana alam yang semakin sering terjadi, serta besarnya kebutuhan masyarakat akan bantuan cepat dan terkoordinasi,” ujarnya pada Rabu (10/11/2025).

Unbrah telah menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga profesional dan institusi kemanusiaan, termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), serta sejumlah rumah sakit di Padang. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sistem penanggulangan bencana secara komprehensif.

Sebagai langkah awal, Fakultas Kedokteran Unbrah bekerja sama dengan IDI Padang dalam pengumpulan donasi untuk korban banjir dan galodo. Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, MS, menyatakan bahwa inisiatif ini membuktikan efektivitas kolaborasi dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Fakultas Kedokteran sudah memulai langkah ini bersama IDI Padang melalui pengumpulan donasi untuk korban banjir dan galodo. Ini bukti bahwa kolaborasi dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat,” tuturnya.

Korps Sukarela (KSR) PMI Unbrah juga aktif berkolaborasi dengan KSR PMI Padang dalam proses pencarian dan evakuasi korban di berbagai lokasi terdampak. Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, MS, menambahkan bahwa semangat kemanusiaan menjadi landasan penting bagi gerakan tanggap darurat berbasis kampus. “Semangat kemanusiaan seperti ini menjadi fondasi penting bagi gerakan tanggap darurat berbasis kampus. Kita juga melihat mahasiswa dari berbagai kampus saling bahu-membahu menggalang dana. Ini menunjukkan bahwa solidaritas lintas kampus bergerak dengan sangat baik,” katanya.

Organisasi mahasiswa (Ormawa) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unbrah turut berperan aktif dalam memberikan bantuan langsung kepada warga terdampak, mulai dari pengumpulan donasi, pengiriman relawan, hingga dukungan dalam proses distribusi bantuan ke berbagai wilayah. Keterlibatan mahasiswa ini menjadi bagian integral dari pembelajaran kemanusiaan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Kepala LPPM Unbrah, Dr. dr. Dita Hasni, M.Biomed, menjelaskan bahwa koordinasi bantuan bencana telah diintegrasikan ke dalam program strategis pengabdian masyarakat Unbrah. Selain penyaluran bantuan logistik, Unbrah juga berencana membuka posko kesehatan di wilayah terdampak. “Dosen, tendik, dan mahasiswa dari rumpun kesehatan akan diturunkan untuk memberikan layanan kesehatan gratis dan edukasi pascabencana,” ujarnya.

Dr. dr. Dita Hasni, M.Biomed, menegaskan bahwa fokus Unbrah tidak hanya pada respons cepat, tetapi juga pada pemulihan jangka panjang, termasuk pendampingan kesehatan mental, pemetaan kebutuhan warga, dan penyediaan edukasi mitigasi bencana. Upaya ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya pulih dari dampak bencana, tetapi juga lebih siap menghadapi potensi bencana di masa depan.

Dekan Fakultas Kedokteran Unbrah, dr. Yuri Haiga, Sp.N, menekankan pentingnya tindakan cepat dan terkoordinasi, mengingat Sumatera Barat merupakan wilayah rawan bencana. “Kita bukan hanya menolong masyarakat, tetapi juga menolong diri kita sendiri karena kejadian ini terjadi di sekitar kita, bahkan kita ikut terdampak. Maka kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci,” tegasnya.

Kepala Biro Humas dan Kerjasama Unbrah, Dr. Edi Suandi, M.M, menyampaikan bahwa seluruh kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan University Social Responsibility (USR). Melalui USR, Unbrah berupaya memberikan dukungan materil, moril, hingga bantuan pemulihan, seperti perbaikan akses lingkungan, pendampingan UMKM terdampak, dan penguatan ekonomi warga. “Program USR memastikan masyarakat tidak hanya dibantu untuk bangkit, tetapi juga diberdayakan untuk kembali produktif,” katanya.

Dr. Edi Suandi, M.M, menekankan bahwa USR bukan sekadar aksi sosial sesaat, melainkan program jangka panjang yang menghubungkan kapasitas akademik Unbrah dengan kebutuhan masyarakat. Banyak dosen di bidang teknik, kesehatan, dan sosial memiliki kompetensi yang relevan untuk membantu pemulihan pascabencana.

Dengan memperkuat kemitraan dan menempatkan LPPM sebagai pusat koordinasi, Unbrah berharap rangkaian kegiatan tanggap darurat dan pemulihan dapat berjalan lebih efektif, menjangkau lebih banyak warga terdampak, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Sumatera Barat. Universitas berkomitmen untuk terus melakukan aksi kemanusiaan hingga kondisi masyarakat benar-benar pulih.