News

Wabup Ahmad Fadly Buka Lomba Pidato Adat, Luncurkan Memoar LKAAM

20
×

Wabup Ahmad Fadly Buka Lomba Pidato Adat, Luncurkan Memoar LKAAM

Sebarkan artikel ini
wabup-ahmad-fadly-buka-lomba-pidato-adat-minangkabau
Wabup Ahmad Fadly Buka Lomba Pidato Adat Minangkabau

Batusangkar – Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly membuka Lomba Pidato Adat Alua Pasambahan sekaligus meluncurkan buku memoar Pengurus LKAAM Kabupaten Tanah Datar di Balai Adat Tantejo Gurhano, Kamis (6/8/2026).

Agenda ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya Minangkabau dengan melibatkan generasi muda. Fadly menilai kegiatan tersebut penting karena memberi ruang bagi peserta muda untuk menunjukkan kemampuan berpidato adat.

“Pidato adat atau alua pasambahan memiliki peran sangat krusial dalam kebudayaan Minangkabau, bukan sekadar penyampaian kata-kata, namun bagian dari sistem kemasyarakatan, norma dan tata krama suku. Karena itu lomba ini sebagai ajang untuk pelestarian budaya Minangkabau perlu kami apresiasi,” ujar Fadly.

Ia menegaskan, alua pasambahan tidak hanya menjadi sarana berbicara di depan umum, tetapi juga memuat nilai etika dan diplomasi dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Setiap ungkapan dalam pidato adat, kata dia, mengajarkan cara berkomunikasi dengan hormat dan santun.

“Alua pasambahan mengajarkan bagaimana etika berkomunikasi dengan lawan bicara, yang dilatih dengan rasa saling menghormati menggunakan tutur bahasa yang halus, kiasan atau bahasa perumpamaan, sehingga tidak menyinggung perasaan pihak lain,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Fadly juga menyampaikan selamat atas peluncuran buku memoar Pengurus LKAAM Kabupaten Tanah Datar. Ia berharap buku itu dapat menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat.

“Selamat kepada Bapak Mustafa Akmal Dt. Sidi Ali yang telah menyelesaikan penulisan bukunya, semoga mampu menjadi inspirasi bagi kita semua,” kata Fadly.

Ketua Pelaksana Mustafa Akmal Dt. Sidi Ali menyebut lomba pidato adat tahun ini diikuti 24 grup dari berbagai kecamatan di Tanah Datar. Menurut dia, jumlah peserta menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap kegiatan adat.

“Antusias generasi muda Tanah Datar tahun ini untuk mengikuti lomba sangat tinggi, dibuktikan dengan telah mendaftar 24 grup se Kabupaten Tanah Datar,” ujarnya.

Terkait buku memoar yang diluncurkan, Mustafa menjelaskan proses penulisannya memakan waktu dua tahun. Buku itu memuat perjalanan hidupnya, termasuk pengalaman sebagai wartawan, PNS, dosen, aktivis, advokat, dan pengurus LKAAM.

“Semoga buku perjalanan hidup saya ini bisa bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi semua. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung penulisan buku ini,” katanya.