Padang – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Rusemy, memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran pemerintahan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang diperkirakan akan melanda wilayah tersebut. Penekanan ini diberikan mengingat pentingnya respons yang cepat dan efektif untuk melindungi masyarakat.
Dalam kondisi tanggap darurat yang tengah berlangsung, Wagub Rusemy menekankan bahwa laporan administratif saja tidak cukup untuk menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan. Ia menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk terjun langsung dan memantau secara riil dampak cuaca ekstrem terhadap masyarakat. “Saya minta semua perangkat GERAK langsung. Jangan hanya kirim laporan bagus-bagus. Lihat kondisi nyata masyarakat di lapangan,” tegasnya.
Selain itu, Wagub Rusemy juga memerintahkan pembentukan tim pengamanan di setiap titik rawan bencana sebagai langkah antisipasi. Koordinasi lintas sektoral menjadi fokus utama, dengan penekanan pada pelaksanaan langkah-langkah mitigasi yang maksimal dan berkelanjutan. Upaya ini bertujuan untuk mengurangi potensi dampak buruk yang mungkin timbul akibat cuaca ekstrem.
Wagub Rusemy mengajak seluruh elemen pemerintah untuk bersatu dan saling mendukung dalam menghadapi situasi sulit ini. Ia menekankan pentingnya kerjasama dan solidaritas dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Semua harus bergerak. Kita saling menjaga satu sama lain,” ujarnya.
Mengingat prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi ekstrem dalam tiga hari mendatang, pemerintah daerah berupaya keras untuk mencegah jatuhnya korban jiwa. Wagub Rusemy mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, mempercepat koordinasi, dan menjadikan keselamatan warga sebagai prioritas utama. “Kita tidak mau ada lagi korban jiwa. Waspada, cepat berkoordinasi, dan pastikan keselamatan warga menjadi prioritas,” katanya.
Sebagai langkah konkret, Wagub Rusemy meminta seluruh nagari, kelurahan, dan perangkat terkait untuk mengaktifkan sistem peringatan dini, menyiapkan lokasi evakuasi yang memadai, serta melaporkan informasi lapangan secara akurat dan transparan. Ia menekankan bahwa informasi yang disampaikan harus sesuai dengan kondisi sebenarnya, tanpa ada upaya untuk menutupi atau memanipulasi fakta yang ada.







