www.domainesia.com
News

Walikota Payakumbuh Gandeng Ninik Mamak Latina Bangun Daerah dan Bimbing Generasi

36
×

Walikota Payakumbuh Gandeng Ninik Mamak Latina Bangun Daerah dan Bimbing Generasi

Sebarkan artikel ini
walikota-payakumbuh-dorong-peran-ninik-mamak-latina-bimbing-generasi-muda-dan-dukung-pembangunan
Walikota Payakumbuh Dorong Peran Ninik Mamak Latina Bimbing Generasi Muda dan Dukung Pembangunan

Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh terus berupaya memperkuat fondasi pembangunan daerah dengan menggandeng tokoh adat. Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, secara khusus mengundang ninik mamak dari Lamposi Tigo Nagori (Latina) untuk berdiskusi mengenai sinergi antara pemerintah dan pemangku adat dalam pembangunan kota. Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Wali Kota pada Kamis (13/3/2026) tersebut, diharapkan menjadi titik awal kolaborasi yang lebih erat antara kedua belah pihak.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Sekretaris Daerah Rida Ananda, Asisten I bidang pemerintahan dan kesra Nofirwanfi, Kepala BKD Andri Narwan, Kepala Disparpora Yunida Fatwa beserta jajaran, serta Camat Latina Atemugiarae. Kehadiran para pejabat ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh dalam membangun komunikasi yang efektif dengan para tokoh adat.

Wali Kota Zulmaeta menyampaikan bahwa undangan kepada ninik mamak dari Lamposi Tigo Nagori merupakan wujud komitmen pemerintah daerah untuk mempererat tali silaturahmi. Ia berharap, pertemuan ini dapat menjadi landasan untuk kolaborasi yang lebih erat dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah.

Wali Kota Zulmaeta menekankan pentingnya peran ninik mamak dalam pembangunan Kota Payakumbuh. Menurutnya, pembangunan di Payakumbuh harus tetap mengedepankan peran serta ninik mamak, sebagaimana yang telah menjadi tradisi kepemimpinan di daerah tersebut. “Peran ninik mamak dalam pembangunan daerah ini sangat penting dan krusial. Karena itu kami berharap dukungan serta keterlibatan aktif para tetua adat dalam setiap proses pembangunan di Kota Payakumbuh,” ujar Zulmaeta.

Zulmaeta menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pemangku adat merupakan kekuatan besar dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan nilai-nilai adat yang telah lama menjadi pedoman masyarakat Minangkabau. “Kita ingin pembangunan di Payakumbuh tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga tetap berlandaskan adat dan budaya. Ninik mamak adalah tonggak dalam menjaga nilai itu agar tetap hidup di tengah masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wali Kota mengajak para ninik mamak untuk kembali menggerakkan peran generasi muda, khususnya para kemenakan, agar ikut berpartisipasi dalam pembangunan daerah di masa mendatang. Ia menekankan pentingnya melibatkan generasi muda sejak dini agar mereka memiliki kepedulian terhadap kampung halaman dan menjadi bagian dari pembangunan Kota Payakumbuh di masa depan. “Kami berharap ninik mamak dapat terus membimbing dan mengajak para kemenakan agar memiliki kepedulian terhadap kampung halaman. Generasi muda harus dilibatkan sejak sekarang agar mereka menjadi bagian dari pembangunan Kota Payakumbuh ke depan,” katanya.

Selain itu, Zulmaeta juga mengingatkan pentingnya peran ninik mamak dalam menjaga dan mengayomi para kemenakan agar tidak terjerumus dalam pergaulan negatif, terutama penyalahgunaan narkoba. Ia berharap para tokoh adat dapat terus membimbing generasi muda agar tetap berada di jalan yang benar dan tidak terjerumus dalam pergaulan yang merusak masa depan. “Kami juga berharap ninik mamak dapat terus mengayomi dan membimbing para kemenakan agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba dan pergaulan yang merusak masa depan. Peran ninik mamak sangat besar dalam mengarahkan generasi muda agar tetap berada di jalan yang benar,” tegasnya.

Menanggapi ajakan Wali Kota, Camat Latina, Atemugiarae, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya melibatkan ninik mamak dalam pembangunan daerah. Ia menilai langkah ini sejalan dengan nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat Minangkabau, di mana pembangunan daerah tidak terlepas dari peran serta ninik mamak sebagai pemangku adat. “Kami di Kecamatan Latina tentu sangat mendukung arahan dan ajakan dari Bapak Wali Kota. Ninik mamak memiliki pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat, sehingga keterlibatan mereka akan sangat membantu dalam menyukseskan program pembangunan pemerintah,” ujarnya.

Atemugiarae juga menegaskan bahwa pihak kecamatan siap menjembatani komunikasi antara pemerintah kota dengan para pemangku adat di wilayah Latina. Ia meyakini bahwa dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, ninik mamak, dan masyarakat, pembangunan di Payakumbuh dapat berjalan lebih baik serta tetap berakar pada nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau. “Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, ninik mamak, dan masyarakat, kami yakin pembangunan di Payakumbuh dapat berjalan lebih baik serta tetap berakar pada nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau,” pungkas Atemugiarae.