Dharmasraya – Badan Keuangan Daerah (BKD) Dharmasraya optimistis pendapatan asli daerah (PAD) tahun ini mampu mencapai Rp176 miliar, seiring langkah intensif memperkuat pemungutan pajak, memperluas digitalisasi layanan, dan menutup potensi kebocoran penerimaan daerah.
Kepala BKD Dharmasraya, Marten Yunus, menyebut target tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi awal yang berada di kisaran Rp156 miliar. Kenaikan target itu, kata dia, disusun untuk menopang pembangunan sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah.
“Bila melihat tren yang ada, kita yakin realisasi PAD pada 2026 ini bakal tercapai maksimal, dan diyakini bisa melebihi target,” kata Marten, Selasa (5/5/2026).
Keyakinan itu bukan tanpa alasan. Pada triwulan pertama, PAD yang semula dipatok sekitar Rp7,5 miliar lebih justru terealisasi melampaui harapan dan menembus lebih dari Rp13 miliar. Capaian itu setara kenaikan 26,10 persen dari target awal 15 persen.
Untuk menjaga tren tersebut, BKD mendorong pemungutan pajak dan retribusi dengan memanfaatkan teknologi digital dalam sistem administrasi keuangan. Langkah ini dilakukan agar pengelolaan penerimaan daerah berjalan lebih cepat dan efisien.
Marten menuturkan, pihaknya juga memperkuat basis data wajib pajak supaya lebih akurat dan terintegrasi. Selain itu, petugas turun langsung ke lapangan untuk mendata serta menindaklanjuti potensi penerimaan yang belum tergarap maksimal.
Dengan data yang valid, BKD dapat memetakan sektor pendapatan yang masih bisa dioptimalkan. Di saat yang sama, pengawasan kepatuhan wajib pajak diperketat untuk menekan kebocoran pendapatan.
Digitalisasi layanan menjadi salah satu andalan dalam strategi peningkatan PAD. Melalui pembayaran online dan aplikasi berbasis elektronik, masyarakat dapat bertransaksi lebih cepat, mudah, dan transparan.
BKD juga gencar mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pajak daerah bagi pembangunan. Marten berharap kesadaran warga untuk membayar pajak terus tumbuh sehingga partisipasi publik ikut meningkat.
“Di sisi lain, inovasi dalam menggali sumber-sumber pendapatan baru terus dilakukan. Dari berbagai langkah tersebut, BKD optimistis target PAD dapat tercapai bahkan melampaui ekspektasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan PAD tidak hanya akan memperkuat stabilitas keuangan daerah, tetapi juga membuka ruang lebih besar bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.







