JAKARTA – Terpilihnya Ir. Mardiansyah Boestamar, ST, MT, MBA sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKBA) Universitas Bung Hatta (UBH) periode 2026-2031 dalam Musyawarah Besar pada Sabtu (11/4/2026) lalu, memicu harapan baru bagi penguatan organisasi. Salah satu alumni yang memberikan perhatian serius terhadap arah gerak organisasi ke depan adalah praktisi hukum ternama, Bobby Syafri Yuliano, SH, MH.
Bobby Chan, sapaan akrab alumni Fakultas Hukum angkatan 92 ini, menekankan bahwa kepemimpinan Mardiansyah Boestamar, yang juga menjabat sebagai Direktur Operasi II PT Hutama Karya (Persero), merupakan langkah strategis bagi kemajuan IKBA UBH. Menurutnya, rekam jejak profesional Mardiansyah di tingkat nasional menjadi modal utama dalam membawa organisasi ke arah yang lebih progresif.
Alumni Fakultas Hukum Bobby Chan mengatakan, sosok Mardiansyah dinilai sangat tepat untuk memimpin organisasi karena memiliki rekam jejak profesional yang mumpuni di tingkat nasional. ‘Mardiansyah, adalah sosok yang tepat jadi ketua umum alumni, dirinya berkiprah di tingkat nasional, tentunya punya kapasitas untuk membawa organisasi lebih maju,’ tuturnya.
Lebih lanjut, Bobby yang memimpin kantor hukum Bobby Chan And Partners di Jalan Melawai Raya Nomor 21 A, Jakarta Selatan, menyoroti pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan organisasi. Ia berpendapat bahwa pembaruan basis data alumni menjadi kunci utama untuk memetakan potensi serta keahlian anggota secara lebih akurat.
Pengacara Kondang Bobby Chan mengatakan, pembaruan basis data menjadi kunci utama dalam memetakan potensi serta keahlian para alumni di era digital saat ini. ‘Di era digitalisasi saat ini jejaring dan data base alumni mesti diperbaharui sehingga mempermudah pemetaan potensi dan keahlian alumni,’ ujarnya.
Untuk mendukung efektivitas komunikasi, ia menyarankan agar IKBA UBHJAKARTA – Kepengurusan Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKBA) Universitas Bung Hatta (UBH) periode 2026-2031 yang dinakhodai oleh Ir. Mardiansyah Boestamar, ST, MT, MBA, kini dihadapkan pada tantangan untuk melakukan transformasi organisasi yang lebih progresif. Harapan tersebut disuarakan oleh praktisi hukum ternama, Bobby Syafri Yuliano, SH, MH, atau yang akrab disapa Uda Bobby Chan, pasca-pelaksanaan Musyawarah Besar Alumni UBH pada Sabtu (11/4/2026) lalu.
Sebagai alumni Fakultas Hukum angkatan 92 yang kini memimpin kantor hukum Bobby Chan And Partners di Jalan Melawai Raya Nomor 21 A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Bobby menyoroti pentingnya modernisasi tata kelola organisasi. Ia menekankan bahwa efektivitas organisasi alumni di masa depan sangat bergantung pada kemampuan dalam mengadopsi teknologi digital, terutama dalam hal pengelolaan basis data anggota.
Pengacara Kondang Bobby Chan mengatakan, pembaruan basis data menjadi kunci utama dalam memetakan potensi serta keahlian para alumni di era digital saat ini. ‘Di era digitalisasi saat ini jejaring dan data base alumni mesti diperbaharui sehingga mempermudah pemetaan potensi dan keahlian alumni,’ tuturnya.
Lebih lanjut, Bobby mendorong agar IKBA UBH segera mengoptimalkan pemanfaatan media daring serta portal khusus alumni. Langkah strategis ini dinilai krusial tidak hanya untuk membangun komunikasi yang lebih efektif, tetapi juga sebagai wadah untuk mempromosikan profil serta karya nyata dari para alumni kepada publik.
Dalam upaya mempererat ikatan emosional dan profesional, Bobby yang memiliki rekam jejak sebagai mantan Legal and Litigation Head di sebuah perusahaan berskala nasional, mengusulkan pembentukan komunitas berbasis minat. ‘Sementara penguatan solidaritas sesama alumni UBH, klub alumni berdasarkan minat, hobi, atau profesi yang sama perlu digairahkan untuk diskusi yang lebih intim,’ ungkapnya.
Menurut Bobby, sebuah organisasi alumni yang ideal tidak boleh hanya berhenti pada kegiatan seremonial temu kangen semata. Organisasi harus mampu bertransformasi menjadi entitas yang memberikan manfaat nyata, baik secara profesional maupun personal bagi anggotanya, serta berperan aktif dalam mendukung pengembangan almamater.







