Takalar – Pemerintah Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, bersiap mewajibkan latihan karate Lemkari bagi pelajar hingga aparatur daerah. Kebijakan itu akan dimuat dalam surat edaran bupati sebagai upaya memperkuat pembinaan olahraga bela diri di daerah tersebut.
Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM. menyampaikan komitmen itu saat menerima audiensi anggota Majelis Sabuk Hitam (MSH) Lemkari di Hotel Mercure Makassar, Kamis (30/07/2026). Dalam pertemuan itu, ia menegaskan keseriusannya untuk memasyarakatkan karate, khususnya Lemkari, di Bumi Panrannuangku.
Daeng Manye menegaskan kebijakan tersebut bukan sekadar wacana. Ia mengatakan akan mengirim surat kepada seluruh kepala sekolah, serta kepada Kasatpol PP dan Kadis Damkar, agar latihan karate Lemkari menjadi kewajiban.
“Ini bukan omon-omon. Saya menggunakan posisi saya sebagai Bupati untuk membesarkan Lemkari di Takalar. Saya akan keluarkan surat ke semua Kepala Sekolah dan Kasatpol PP serta Kadis Damkar untuk wajib latihan karate Lemkari,” tegasnya.
Surat edaran itu nantinya akan mewajibkan ekstrakurikuler karate Lemkari bagi siswa SD, SMP, dan SMA sederajat di seluruh Kabupaten Takalar. Kewajiban serupa juga akan diberlakukan kepada anggota Satpol PP dan Damkar.
Jajaran MSH Lemkari menyambut positif langkah tersebut. Mereka menilai kebijakan itu sebagai terobosan langka dan visioner dari kepala daerah yang memberi perhatian pada pembinaan generasi muda melalui Karate-Do.
Mereka juga menilai kebijakan itu menjadi dukungan nyata bagi kebangkitan Lemkari di Sulawesi Selatan. Saat ini, Pengurus Besar Lemkari dipimpin Mayjen TNI Mar Bambang Sutrisno.
Melalui program tersebut, karate diharapkan tak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga membentuk mental, disiplin, karakter, dan fisik pemuda Sulsel. “Mari kita dukung penuh program beliau. Melalui pemassalan karate di tengah generasi muda Sulsel, kita ikut membantu pemerintah dalam pembinaan mental dan fisik pemuda,” ujar salah seorang anggota MSH Lemkari.
Dengan kebijakan itu, Takalar diproyeksikan menjadi barometer kebangkitan Lemkari di Indonesia Timur.







