www.domainesia.com
News

Dinsos Sumbar Salurkan Bantuan Rp15 Miliar Lebih, Jangkau Daerah Terdampak Bencana

46
×

Dinsos Sumbar Salurkan Bantuan Rp15 Miliar Lebih, Jangkau Daerah Terdampak Bencana

Sebarkan artikel ini
dinsos-sumbar-sudah-koordinir-penyaluran-bantuan-rp15-miliar-lebih-ke-kabupaten/kota
Dinsos Sumbar sudah Koordinir Penyaluran Bantuan Rp15 Miliar Lebih ke Kabupaten/Kota

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus berupaya mempercepat penyaluran bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi. Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sumbar memegang peranan penting dalam mendistribusikan bantuan ke berbagai kabupaten/kota yang membutuhkan. Hingga 11 Desember 2025, total nilai bantuan yang telah disalurkan mencapai lebih dari Rp15 miliar, menunjukkan komitmen pemerintah dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, melalui Kepala Dinsos Sumbar, Syaifullah, menjelaskan bahwa bantuan logistik ini bersumber dari dua alokasi utama, yaitu APBN Kementerian Sosial (Kemensos) RI dan APBD Provinsi. Selain pendistribusian langsung ke daerah-daerah yang terdampak, Dinsos Sumbar juga berkolaborasi dengan TNI untuk mempercepat pengiriman bantuan melalui jalur udara, terutama ke wilayah-wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat.

Fokus utama saat ini adalah memastikan bantuan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan. Syaifullah mengatakan, percepatan penyaluran bantuan menjadi prioritas utama. “Alhamdulillah, kita terus memacu penyaluran bantuan logistik ke seluruh daerah terdampak bencana banjir dan longsor di Sumbar sejak 25 November yang lalu hingga hari ini, total sudah lebih dari Rp15 miliar yang kita salurkan dari anggaran pusat dan daerah,” kata Syaifullah.

Syaifullah merinci lebih lanjut mengenai komposisi bantuan yang telah disalurkan. Sebagian besar bantuan berasal dari pengusulan logistik tanggap darurat yang diajukan oleh Dinsos Sumbar kepada Kemensos RI, dengan nilai mencapai Rp12,3 miliar. Selain itu, terdapat pula bantuan logistik senilai Rp2,7 miliar yang sebelumnya telah tersedia di gudang logistik Dinsos Sumbar, menunjukkan kesiapan Dinsos dalam menghadapi situasi darurat.

Bantuan logistik tanggap darurat senilai Rp12.364.436.314 dari Kemensos RI didistribusikan ke berbagai wilayah, meliputi Gudang Logistik Provinsi senilai Rp3,02 miliar, Kabupaten Pesisir Selatan Rp1,05 miliar, Kabupaten Agam Rp1,05 miliar, Kabupaten Pasaman Barat Rp1,05 miliar, Kabupaten Solok Rp1,05 miliar, Kabupaten Lima Puluh Kota Rp1,05 miliar, Kota Padang Panjang Rp1,03 miliar, Kota Padang Rp961,7 juta, Kabupaten Padang Pariaman Rp1,03 miliar, dan Kabupaten Tanah Datar Rp1,05 miliar. Distribusi ini mencakup berbagai kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Selain bantuan tanggap darurat, Dinsos Sumbar juga menyalurkan bantuan lain yang tak kalah pentingnya, seperti beras reguler dan stok logistik dari gudang provinsi. Syaifullah menjelaskan, bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa kebutuhan darurat. “Selain bantuan tanggap darurat, kita juga sudah menyalurkan beras reguler sebanyak 9.640 kilogram. Lalu, menyalurkan stok logistik di gudang provinsi senilai Rp2,3 miliar. Terdiri dari 1.168 pcs kasur, 870 lembar selimut, 4.451 paket makanan anak, 4.424 paket makanan cepat saji, 655 pcs tenda gulung, 662 paket kidsware, 979 paket family kit, 14 unit tenda keluarga, 12 unit tenda serbaguna, 3.540 paket lauk pauk siap saji, 302 paket sandang dewasa, dan 1 unit genset powerbank,” kata Syaifullah.

Bantuan juga datang dari sumber APBD provinsi, berupa 202 selimut, 245 lembar baju kaos, 227 dus mie instan, 278 dus air mineral, 101 kg gula, 67 kg kopi, 120 kaleng sarden, serta bantuan lainnya seperti daster dan kain sarung. Partisipasi pihak swasta juga memberikan kontribusi signifikan dalam memenuhi kebutuhan mendesak para korban bencana. Syaifullah menuturkan, dukungan dari berbagai pihak sangat membantu. “Kemudian, juga ada bantuan dari pihak lain termasuk dari swasta berupa 44.220 butir telur, 152 dus mie instan, 95 dus air mineral, 250 karung beras, 1.500 kg minyak goreng, dan 50 dus susu siap saji,” ucap Syaifullah.

Dinsos Sumbar terus melakukan pemantauan dan pembaruan data secara berkala untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran, serta memastikan ketersediaan stok bantuan. Syaifullah menegaskan komitmen Dinsos dalam memastikan bantuan tepat sasaran. “Stok bantuan kita masih tersedia di gudang logistik Dinsos Sumbar. Selain memenuhi permintaan dari kabupaten/kota, kita juga memonitor langsung lewat informasi dari Tagana dan pilar sosial lainnya di lapangan,” tutup Syaifullah.

Sinergi antara Dinsos Sumbar dengan berbagai pihak terkait, seperti BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Tagana, dan relawan lainnya, menjadi kunci dalam menjangkau daerah-daerah terisolir akibat bencana. Sebagai contoh, upaya bersama telah berhasil menembus kawasan Jorong Bancah di Maninjau, Kabupaten Agam, yang sebelumnya sulit diakses. Syaifullah menambahkan, kerjasama lintas sektoral sangat penting dalam penanganan bencana. “Pada hari ini, kita berhasil menembus kawasan Jorong Bancah di Maninjau Kabupaten Agam dan mengabtar langsung bantuan ke titik pengungsian di Musala Ujung Jorong Bancah, yang sebelumnya tidak bisa ditembuh kendaraan roda empat. Ini perdana bisa kita tembus dengan mobil,” ucapnya.