Padang – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang tengah berjuang untuk memulihkan operasional Intake dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Palukahan yang mengalami kerusakan parah, menyebabkan gangguan signifikan terhadap pasokan air bersih bagi masyarakat. Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, bersama Anggota DPR RI Zigo Rolanda, melakukan inspeksi mendalam terhadap kondisi fasilitas yang terletak di Palukahan Koto Tangah. Estimasi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan perbaikan secara komprehensif diperkirakan mencapai dua bulan.
Prioritas utama saat ini adalah menunggu kedatangan 260 batang pipa sebagai bantuan dari pemerintah pusat. Pipa-pipa tersebut, yang dikirimkan melalui jalur darat dari Bekasi, Jawa Barat, diharapkan tiba dalam waktu sekitar satu minggu. Hendra Pebrizal menjelaskan bahwa keterlambatan ini disebabkan oleh jarak tempuh pengiriman. “Kita masih menunggu pipa bantuan dari pemerintah pusat sebanyak 260 batang. Paling cepat satu minggu lagi sampai karena jalur darat dari Bekasi, Jawa Barat,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipatif dan upaya percepatan pemulihan, Perumda AM telah menyiagakan dua unit ekskavator untuk melakukan penanganan darurat di lokasi intake Palukahan. Meskipun Intake Guo dan Sarik telah kembali beroperasi dengan kapasitas gabungan sebesar 100 liter per detik, volume ini masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan seluruh pelanggan. Hendra Pebrizal mengungkapkan bahwa upaya darurat terus dilakukan untuk meningkatkan produksi. “Dari sekian banyak yang sudah didaruratkan, untuk daerah layanan Basko dan Muara memang sebagian belum dapat. Karena saat ini produksi baru 300 liter per detik,” ungkap Hendra Pebrizal.
Guna mengatasi defisit pasokan air, Perumda AM mengimplementasikan sistem penggiliran di wilayah Utara, terutama di sekitar Basarnas dan Lubuk Buaya, dengan tujuan untuk mendistribusikan air bersih secara merata. Bagi warga yang tidak termasuk dalam jadwal penggiliran, Perumda AM menyediakan suplai air melalui tedmond yang ditempatkan di lokasi pengungsian. Selain itu, sebanyak 15 mobil tangki dioperasikan setiap hari untuk mendistribusikan air bersih secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan. Hendra Pebrizal menegaskan bahwa layanan ini tidak dipungut biaya. “Air mobil tanki itu gratis, tidak ada pungutan biaya satu rupiah pun. Kalau ada yang memungut tolong dilaporkan, karena itu gratis,” tegasnya.
Proses pemulihan fasilitas air bersih ini dilaksanakan secara intensif, dengan pekerjaan yang dilakukan siang dan malam, untuk mempercepat penyelesaian. Mengingat keterbatasan jumlah mobil tangki dan tingginya permintaan, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan bersabar.
Hendra Pebrizal menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan, termasuk Balai Wilayah Sungai dan Pemerintah Kota Padang. Menurutnya, dukungan ini sangat krusial dalam menjaga keberlangsungan layanan air bersih bagi masyarakat. Perumda AM berkomitmen untuk terus berupaya semaksimal mungkin dalam menyediakan air bersih bagi seluruh pelanggan, meskipun menghadapi tantangan yang signifikan.







