www.domainesia.com
News

Gelombang Hantam Sampan, Nelayan Mentawai Tewas; Tim SAR Evakuasi Jenazah

18
×

Gelombang Hantam Sampan, Nelayan Mentawai Tewas; Tim SAR Evakuasi Jenazah

Sebarkan artikel ini
cuaca-ekstrem-makan-korban,-nelayan-tewas-dihantam-gelombang-besar 
Cuaca Ekstrem Makan Korban, Nelayan Tewas Dihantam Gelombang Besar 

Padang – Dampak cuaca ekstrem kembali memakan korban di perairan Kecamatan Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, dengan seorang nelayan dilaporkan meninggal dunia akibat gelombang tinggi. Peristiwa nahas yang terjadi pada Minggu (14/9/2025) di perairan Mapadegat ini menyoroti pentingnya kewaspadaan dan persiapan dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Korban diketahui bernama Davit, seorang nelayan berusia 44 tahun yang tengah mencari ikan bersama rekannya, Candra (24). Candra berhasil selamat dari terjangan ombak besar tersebut dan segera melaporkan kejadian itu ke kantor Search And Rescue (SAR) Kabupaten Kepulauan Mentawai. Laporan cepat dari Candra menjadi kunci dalam upaya pencarian dan evakuasi yang segera dilakukan.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai unsur, termasuk Anggota SAR Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pos TNI AL Semabuk, Anggota Polres Mentawai, RSUD Kabupaten Kepulauan Mentawai, serta dibantu oleh masyarakat setempat, langsung bergerak menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan. Koordinasi yang baik antar berbagai pihak ini menunjukkan kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi situasi darurat.

Dalam upaya pencarian, tim SAR mengerahkan dua unsur utama, yaitu perahu karet untuk melakukan penyisiran di area permukaan laut dan unsur SAR KN Ranawijaya 240 untuk memperluas jangkauan pencarian. Penggunaan teknologi dan sumber daya yang memadai menjadi faktor penting dalam efektivitas operasi SAR.

Setelah melakukan pencarian intensif, tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah Davit tidak jauh dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Tua Pejat untuk proses identifikasi lebih lanjut. Proses identifikasi dilakukan secara cermat untuk memastikan identitas korban sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para nelayan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat juga diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dari sumber-sumber resmi sebelum melakukan aktivitas di laut. Imbauan ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kejadian serupa di masa mendatang.