www.domainesia.com
News

KONI Sumbar Benahi Tata Kelola GOR Beladiri, Lahirkan Tim Pengelola Aktif

78
×

KONI Sumbar Benahi Tata Kelola GOR Beladiri, Lahirkan Tim Pengelola Aktif

Sebarkan artikel ini
cari-solusi-pengelolaan-gor-bela-diri,-koni-sumbar-gelar-rapat-warung-kopi 
Cari Solusi Pengelolaan GOR Bela Diri, KONI Sumbar Gelar Rapat Warung Kopi 

Padang – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat menunjukkan keseriusannya dalam menata ulang sistem pengelolaan olahraga di wilayahnya. Hal ini diwujudkan melalui sebuah diskusi informal yang berlangsung di sebuah kedai kopi sederhana yang terletak di depan Gelanggang Olahraga (GOR) Beladiri, bagian dari Kompleks GOR Haji Agus Salim, Padang.

Inisiatif ini muncul pada Kamis, 22 Januari 2026, ketika Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, mengumpulkan sejumlah pengurus inti untuk membahas langkah-langkah strategis. Pertemuan ini diinisiasi setelah Hamdanus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gedung Beladiri. Diskusi berlangsung dalam suasana santai, memungkinkan para pengurus untuk bertukar pikiran secara terbuka dan fokus pada akar permasalahan.

Diskusi tersebut menyoroti pentingnya optimalisasi pemanfaatan fasilitas olahraga yang telah dibangun dengan investasi anggaran yang signifikan. Hamdanus menekankan bahwa fasilitas olahraga adalah fondasi penting dalam mendukung pembinaan atlet. “Hari ini kita tidak bicara seremoni. Kita bicara bagaimana fasilitas olahraga yang sudah dibangun dengan anggaran besar ini benar-benar memberi manfaat maksimal bagi atlet,” ujar Hamdanus.

Inspeksi mendadak yang dilakukan sebelumnya mengungkap beberapa masalah mendasar yang perlu segera ditangani. Di antaranya adalah perawatan peralatan latihan yang belum optimal dan tata kelola gedung olahraga yang belum sepenuhnya jelas. KONI Sumbar berpandangan bahwa fasilitas olahraga bukan hanya sekadar pelengkap, tetapi merupakan fondasi utama dalam upaya meningkatkan prestasi atlet.

Hamdanus menegaskan bahwa manajemen yang baik harus berjalan seiring dengan pemeliharaan aset yang memadai. “Kalau manajemennya bagus tapi asetnya diabaikan, hasilnya tidak akan maksimal,” tegas Hamdanus.

Isu krusial lainnya yang menjadi perhatian adalah kejelasan kewenangan pengelolaan sport hall di kompleks GOR Haji Agus Salim. Ketidakjelasan peran antara KONI Sumbar dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar dinilai dapat menghambat efektivitas, keberlanjutan, dan akuntabilitas pengelolaan fasilitas olahraga tersebut.

Sebagai tindak lanjut dari diskusi tersebut, KONI Sumbar sepakat untuk membentuk tim pengelola Gedung Beladiri. Tim ini akan melibatkan wakil ketua umum dari berbagai bidang, termasuk kelembagaan, sarana dan prasarana, serta sponsorship. Selain itu, tim pengelola juga akan berkoordinasi secara langsung dengan Dispora Sumbar untuk memastikan pengelolaan yang terintegrasi dan efektif.

Bidang Sarana dan Prasarana KONI Sumbar telah mengambil langkah konkret dengan menyusun buku identifikasi yang berisi data lengkap mengenai perangkat keras dan lunak, kondisi bangunan, serta sarana pendukung yang tersedia di Gedung Beladiri dan gedung serbaguna. Data ini akan menjadi dasar pengambilan kebijakan yang berbasis fakta dan data yang akurat.

Hamdanus menekankan pentingnya penggunaan data dalam setiap pengambilan keputusan. “Kita ingin semua bergerak dengan data, bukan asumsi,” kata Hamdanus.

KONI Sumbar juga mendorong perubahan pola pikir dalam pengelolaan fasilitas olahraga. Gedung olahraga tidak hanya dipandang sebagai tempat latihan, tetapi juga sebagai aset produktif yang dapat menghasilkan pendapatan. Melalui pengelolaan yang profesional dan kolaborasi dengan sponsor serta mitra strategis, fasilitas olahraga diharapkan dapat menopang biaya perawatan dan pembinaan atlet.

Pertemuan di kedai kopi tersebut mencerminkan kekompakan dan kesetaraan di antara para pengurus KONI Sumbar. Tanpa memandang jabatan, mereka duduk bersama, saling melengkapi pandangan, dan menyatukan visi untuk memajukan olahraga di Sumatera Barat.

Dengan demikian, KONI Sumbar mengirimkan pesan kuat kepada dunia olahraga nasional bahwa prestasi dapat diraih melalui keberanian dalam membenahi tata kelola, kesediaan untuk berkolaborasi, dan komitmen untuk menjaga aset bersama. Langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan menjadi fondasi yang kokoh dalam membangun olahraga Indonesia yang lebih baik.