www.domainesia.com
News

Lansia Menyeberang Sungai di Pesisir Selatan, Terseret Arus, Ditemukan Meninggal

48
×

Lansia Menyeberang Sungai di Pesisir Selatan, Terseret Arus, Ditemukan Meninggal

Sebarkan artikel ini
lansia-terseret-arus-sungai,-ditemukan-meninggal-di-pesisir-selatan
Lansia Terseret Arus Sungai, Ditemukan Meninggal di Pesisir Selatan

Pesisir Selatan – Kabar duka menyelimuti warga Nagari Barung-Barung Balantai, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menyusul ditemukannya Gustimar (65), seorang wanita lanjut usia, dalam kondisi meninggal dunia setelah hanyut di sungai pada Minggu (14/12/2025) malam. Peristiwa tragis ini menjadi pengingat akan bahaya sungai, terutama bagi warga yang beraktivitas di sekitarnya.

Kronologi kejadian bermula ketika Gustimar terlihat terakhir kali pada pukul 14.00 WIB saat menyeberangi sungai sambil menggiring ternak sapi miliknya. Kekhawatiran muncul ketika korban tak kunjung kembali ke rumah, mendorong sang suami untuk melakukan pencarian seorang diri di sekitar sungai.

Pencarian mandiri yang dilakukan oleh suami korban tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Merasa cemas dan khawatir, sekitar pukul 18.00 WIB, suami korban memutuskan untuk meminta bantuan kepada warga sekitar untuk memperluas area pencarian.

Dengan sigap, warga bersama-sama menyusuri aliran Sungai Lubuk Lenong dan Sungai Tanuak. Usaha keras mereka akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 20.00 WIB, ketika jasad Gustimar ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Lokasi penemuan jenazah berjarak sekitar satu kilometer dari titik awal korban terlihat menyeberang sungai.

Kapolsek Koto XI Tarusan, Iptu Irfan Chandra, memberikan keterangan mengenai lokasi ditemukannya jenazah korban. “Korban ditemukan di aliran Sungai Lubuk Lenong, Sungai Tanuak, tepatnya di belakang SD 42, Kenagarian Barung-Barung Balantai Tengah,” kata Iptu Irfan Chandra.

Menindaklanjuti laporan dari warga, pihak kepolisian segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Petugas melakukan evakuasi terhadap jenazah korban dengan penuh kehati-hatian, kemudian melanjutkan dengan mengunjungi rumah duka untuk memberikan dukungan moral dan bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh tim medis, dipastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah yang tak terhindarkan. Sebagai bentuk penerimaan dan ketidakberatan atas kejadian tersebut, keluarga membuat surat pernyataan yang menyatakan tidak akan menuntut secara hukum atas meninggalnya Gustimar.