Padang – Pemerintah Kota Padang resmi memulai akselerasi pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Taban III senilai Rp239,3 miliar setelah penandatanganan kontrak pekerjaan di Hotel Pangeran Beach, Selasa (23/6). Proyek ini ditargetkan mampu menggandakan kapasitas pelayanan air bersih bagi warga Padang.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir hadir langsung menyaksikan penandatanganan kontrak tersebut bersama Direktur Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya Oscar RH Siagian, Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Sumatera Barat Maria Doeni Isa, serta sejumlah pihak terkait.
Penandatanganan itu sekaligus menandai dimulainya pembangunan SPAM Taban III di kawasan Palukahan. Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan instalasi pengolahan air (IPA), pemasangan pipa transmisi, pembangunan reservoir, dan jaringan perpipaan sepanjang 18 kilometer.
Maigus Nasir menilai proyek itu menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem penyediaan air minum di Kota Padang. Menurut dia, fasilitas tersebut akan berfungsi sebagai penyangga Instalasi Pengolahan Air Gunung Pangilun yang selama ini menjadi salah satu sumber utama layanan air bersih.
“Pembangunan ini sangat strategis dan penting karena akan menjadi penyangga terhadap Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Gunung Pangilun,” katanya.
Ia juga meminta seluruh penyedia jasa bekerja secara profesional agar proyek selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.
“Besar harapan kami kepada yang mendapat pekerjaan proyek ini untuk melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Apabila komitmen pekerjaan dapat dilakukan dengan baik, tentu akan mendapatkan keduanya, yakni keberhasilan mengelola proyek serta kebutuhan masyarakat akan air minum dapat terpenuhi,” ujarnya.
Oscar RH Siagian mengatakan proyek multiyears ini ditargetkan rampung pada Juni 2027. Ia menegaskan kontraktor harus menjaga kualitas pekerjaan sekaligus memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan teknis.
“Kegiatan ini sangat diperlukan masyarakat. Kita harapkan kualitasnya baik, dengan begitu kualitas layanan kepada masyarakat juga semakin baik,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah akan mengawasi ketat progres pekerjaan seluruh penyedia jasa yang terlibat dalam proyek tersebut.
“Kita akan pantau progress pengerjaan setiap penyedia jasa, pastikan tidak ada yang mangkrak,” tegasnya.
Sementara itu, Maria Doeni Isa mengingatkan seluruh penyedia jasa agar mematuhi ketentuan yang tertuang dalam kontrak kerja.
“Tidak ada permohonan eskalasi kenaikan harga barang, semua sesuai harga yang ditawarkan, tidak ada yang tidak bisa menyediakan,” ujarnya.
Saat ini, cakupan layanan air bersih di Kota Padang telah mencapai sekitar 52 persen penduduk dengan lebih dari 155 ribu pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang. Setelah SPAM Taban III beroperasi, kapasitas produksi diperkirakan naik dari 200 liter per detik menjadi 400 liter per detik sehingga jangkauan layanan air bersih akan semakin luas.







