Parik Malintang – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menunjukkan keseriusannya dalam mempersiapkan diri sebagai tuan rumah bersama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat tahun 2026. Ambisi besar untuk meraih juara umum turut menyertai persiapan tersebut, dengan target mengakhiri dominasi Kota Padang dalam perolehan medali.
Dalam rapat koordinasi yang digelar di ruang pertemuan Bupati pada Kamis (5/3/2026), Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyampaikan secara terbuka kesiapan daerahnya. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, beserta jajaran panitia persiapan Porprov, Ketua Steering Committee (SC), Syahrial Bakhtiar, Ketua Organizing Committee (OC), Septri, Kabid Humas KONI Sumbar, Hendri Parjiga, Sekretaris Umum PSSI Sumbar, Hendra Dupa, Ketua KONI Padang Pariaman, Asmadi Basir, Wakil Ketua Umum III, Hepy Neldy, serta para kepala dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.
Bupati John Kenedy Azis menegaskan bahwa Kabupaten Padang Pariaman tidak ingin lagi hanya menjadi runner-up seperti pada Porprov XV sebelumnya. Ia menyampaikan optimisme yang tinggi untuk meraih hasil yang lebih baik. “Kami tidak mau menjadi nomor dua lagi. Insya Allah Padang Pariaman siap menjadi yang terbaik pada pelaksanaan Porprov XVI nanti. Ibarat pepatah, jangankan mau kalah, draw saja kami tak rela,” tegasnya.
Sebagai bagian dari strategi untuk mencapai target juara umum, Kabupaten Padang Pariaman mengajukan diri sebagai tuan rumah untuk beberapa cabang olahraga. Cabang-cabang olahraga yang diusulkan meliputi renang, panjat tebing, sepak bola, tarung derajat, kriket, woodball, futsal, dan sambo. Bupati John Kenedy Azis menginstruksikan KONI Padang Pariaman untuk menjalin komunikasi intensif dengan pengurus provinsi cabang olahraga terkait. “Terkait ini, saya minta pengurus KONI Padang Pariaman menjalin komunikasi dengan pengurus provinsi cabang olahraga agar cabor-cabor tersebut bisa diselenggarakan di Padang Pariaman,” ujarnya.
Kabupaten Padang Pariaman memiliki fasilitas olahraga yang dinilai memadai, termasuk sport hall berkapasitas sekitar 2.500 penonton dan Stadion Utama Sumbar yang berlokasi di wilayah kabupaten. Ketua KONI Padang Pariaman, Asmadi Basir, menyatakan bahwa pihaknya telah memulai komunikasi dengan pengurus provinsi cabang olahraga untuk memastikan kesiapan daerah menjadi tuan rumah. Asmadi Basir menjelaskan, “Awalnya kita hanya merencanakan tiga cabang olahraga. Namun dengan semangat pak Bupati, dan setelah melakukan komunikasi dengan beberapa pengprov, peluangnya bertambah menjadi tujuh cabang olahraga bahkan lebih. Kami akan terus menjalin koordinasi agar Padang Pariaman bisa menjadi tuan rumah yang siap dan kompetitif.”
Ketua Organizing Committee (OC) persiapan Porprov XVI, Septri, menyoroti potensi pelaksanaan Porprov sebagai momentum untuk revitalisasi fasilitas olahraga di daerah, termasuk Stadion Utama Sumbar. “Jika pembukaan Porprov bisa digelar di Stadion Utama Sumbar, tentu ini menjadi momentum agar fasilitas yang selama ini terbengkalai bisa kembali mendapat perhatian dan dimanfaatkan,” kata Septri.
Meskipun demikian, Bupati John Kenedy Azis menyarankan agar seremoni pembukaan Porprov tetap diprioritaskan di Kota Padang karena fasilitas yang lebih representatif, seperti GOR H. Agus Salim. “Padang punya GOR H. Agus Salim yang sangat representatif dan berada Ibu Kota Provinsi, sehingga gezahnya akan tampak,” katanya. Namun, ia juga menambahkan bahwa jika Kota Padang tidak dapat menyelenggarakan seremoni pembukaan karena rencana rehabilitasi GOR tersebut, Padang Pariaman siap untuk mengambil alih peluang tersebut.
Selain itu, Bupati John Kenedy Azis menekankan pentingnya penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas terkait peran tuan rumah. “Kami minta SOP yang jelas, supaya tahu apa yang harus disiapkan tuan rumah dan apa kewajiban KONI provinsi. Kita tidak ingin disaat penyelenggaraan nanti muncul masalah, karena ini juga berdampak pada prestasi,” katanya.
Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, memberikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten dan KONI Padang Pariaman dalam menyukseskan pelaksanaan Porprov XVI Sumbar. “Kami mengapresiasi semangat Bupati dan jajaran KONI Padang Pariaman yang menunjukkan komitmen kuat untuk menyukseskan Porprov 2026. Dukungan kepala daerah sangat penting, baik dalam hal kesiapan penyelenggaraan maupun peningkatan prestasi atlet,” ujar Hamdanus.
Hamdanus juga menjelaskan empat syarat utama bagi kabupaten/kota untuk menjadi tuan rumah cabang olahraga pada Porprov, yaitu surat rekomendasi dari pengurus provinsi cabang olahraga, surat penetapan cabang olahraga tuan rumah dari KONI kabupaten/kota, surat persetujuan kepala daerah, dan surat kesanggupan menyediakan sarana dan prasarana teknis cabang olahraga. “Empat poin itu diserahkan ke KONI Sumbar dan selanjutnya diputuskan dalam rapat koordinasi teknis anggota KONI Sumbar sebelum ditetapkan sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprov XVI 2026,” jelas Hamdanus. Saat ini, terdapat 11 daerah di luar Kota Padang yang telah menyatakan komitmen untuk menjadi tuan rumah bersama Porprov XVI, termasuk Kabupaten Padang Pariaman.






