www.domainesia.com
News

Pasca Ledakan, Rano Karno Pastikan Siswa SMAN 72 Jakarta Tetap Belajar

8
×

Pasca Ledakan, Rano Karno Pastikan Siswa SMAN 72 Jakarta Tetap Belajar

Sebarkan artikel ini
rano-karno-bantah-banyak-siswa-sman-72-ingin-pindah-sekolah
Rano Karno Bantah Banyak Siswa SMAN 72 Ingin Pindah Sekolah

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan psikologis siswa SMAN 72 Jakarta setelah insiden ledakan yang terjadi pada Jumat, 7 November 2025. Di tengah upaya tersebut, isu mengenai potensi kepindahan siswa dari sekolah yang terletak di Komplek Kodama TNI AL, Kelapa Gading, Jakarta Utara, mencuat ke permukaan.

Menanggapi isu tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, secara tegas membantah adanya rencana kepindahan siswa secara massal. Rano Karno menegaskan bahwa mayoritas siswa menunjukkan komitmen untuk tetap melanjutkan pendidikan di SMAN 72. “Tidak, mereka ingin tetap terus bersekolah di sana,” kata Rano di Jakarta, Sabtu (22/11/2025), saat memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar.

Meskipun demikian, Wagub Rano Karno mengakui bahwa beberapa orang tua siswa yang terdampak ledakan sempat mempertimbangkan opsi untuk memindahkan anak mereka ke sekolah lain. Sebagai respons, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi proses kepindahan bagi siswa yang benar-benar memiliki keinginan untuk pindah sekolah.

Kepala Sekolah SMAN 72 Jakarta, Tety Helena Tampubolon, turut memberikan pernyataan untuk menepis isu kepindahan siswa. Tety Helena Tampubolon mengungkapkan bahwa tingkat kehadiran siswa terus menunjukkan tren positif, mencapai angka 91 persen pada hari Jumat (21/11/2025). Bagi siswa yang berhalangan hadir secara fisik, pihak sekolah menyediakan fasilitas pembelajaran daring.

“Sejauh ini tidak ada yang bolos mengikuti pembelajaran hybrid, baik luring maupun daring,” jelas Tety.

Lebih lanjut, Tety menambahkan bahwa sebagian siswa masih menjalani proses pemulihan di rumah sakit, sementara sebagian besar siswa lainnya telah aktif kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan nyaman bagi seluruh siswa, dengan fokus utama pada pemulihan kondisi psikologis mereka pasca-kejadian.

Mengenai target waktu pemulihan kegiatan belajar mengajar secara normal di sekolah, Tety Helena Tampubolon tidak memberikan kepastian, mengingat hal tersebut sangat bergantung pada kesiapan mental masing-masing siswa. “Kami ingin anak-anak kembali kuat dulu. Jadi, sementara kita belajar secara daring dan luring,” pungkasnya.