www.domainesia.com
News

Pastikan Pemulihan Cepat Jalan Nasional, Basah Kuyup Gubernur Mahyeldi di Lembah Anai

10
×

Pastikan Pemulihan Cepat Jalan Nasional, Basah Kuyup Gubernur Mahyeldi di Lembah Anai

Sebarkan artikel ini
pastikan-pemulihan-cepat-jalan-nasional,-basah-kuyup-gubernur-mahyeldi-di-lembah-anai
Pastikan Pemulihan Cepat Jalan Nasional, Basah Kuyup Gubernur Mahyeldi di Lembah Anai

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memberikan respons cepat terhadap dampak bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Silaing dan Lembah Anai. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, secara khusus menyoroti penanganan jalan nasional yang terputus, mengingat perannya yang krusial bagi perekonomian dan mobilitas warga.

Sebagai bentuk keseriusan penanganan, Gubernur Mahyeldi meninjau langsung lokasi terdampak di Lembah Anai dan Silaing pada Kamis (27/11/2025). Biro Umum Setdaprov Sumbar, Noly Eka Mardianto, mengonfirmasi kehadiran gubernur di lokasi bencana. “Buya sedang di Lembah Anai dan Silaing,” sebutnya.

Sebelum terjun ke lapangan, Gubernur Mahyeldi memimpin rapat koordinasi dengan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait penanganan darurat jalan nasional yang lumpuh. Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala BPBD Sumbar, Era Sukma, Kepala Biro Umum Edy Dharma, serta beberapa kepala OPD teknis terkait. Noly Eka Mardianto menjelaskan urgensi rapat tersebut. “Tadi pagi, habis subuh buya mengumpulkan kepala OPD teknis, bagaimana mengatasi lumpuhnya jalan nasional yang lumpuh karena longsor,” ungkapnya.

Di tengah cuaca yang kurang mendukung, Gubernur Mahyeldi tetap berupaya meninjau langsung proses pembersihan material longsor yang menutupi jalan nasional Padang-Bukittinggi. Ia terlihat mengenakan mantel plastik berwarna merah sebagai pelindung.

Selain upaya penanganan, Gubernur Mahyeldi juga menyampaikan imbauan penting kepada masyarakat Sumatera Barat. Ia meminta agar seluruh warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau telah memperpanjang peringatan dini gawat darurat hidrometeorologi hingga 29 November 2025. Peringatan ini dikeluarkan sebagai respons terhadap penguatan dinamika atmosfer yang berpotensi meningkatkan curah hujan, banjir, dan tanah longsor di berbagai wilayah Sumatera Barat.

Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama dalam penanganan bencana. Ia menginstruksikan seluruh elemen pemerintah daerah, hingga tingkat nagari, untuk bersiaga penuh dan saling berkoordinasi. “Kami mengingatkan kepada seluruh masyarakat di Sumbar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah lonsor. Keselamatan adalah yang utama. Mari kita saling menjaga, saling mengingatkan dalam menghadapi cuaca ekstrem ini,” ujar Mahyeldi.