Bukittinggi – Syarikat Islam (SI) Bukittinggi memperkuat perannya dalam pemberdayaan umat melalui sinergi dengan Yayasan Aqabah, yang diwujudkan melalui pemberian donasi. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif yang signifikan bagi masyarakat luas.
Sebagai implementasi dari komitmen tersebut, SI Bukittinggi, melalui Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Salam Syarikat Islam, menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 10 juta kepada Yayasan Aqabah yang berlokasi di Tarok Dipo. Ketua SI Bukittinggi, H Rismaidi Tuanku Bagindo, yang dikenal dengan sapaan Inyiak Tuanku, menjelaskan bahwa donasi ini merupakan bagian integral dari rangkaian kegiatan Umar Ramadhan 1447 H. “Bantuan ini merupakan bagian dari kegiatan Umar Ramadhan 1447 H yang dilakukan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Salam Syarikat Islam,” ungkapnya.
Inyiak Tuanku menambahkan, meskipun nilai donasi tersebut relatif kecil dibandingkan dengan kebutuhan Yayasan Aqabah secara keseluruhan, ia berharap dana tersebut dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk mendukung program-program yayasan. Ia juga menegaskan posisi SI Bukittinggi sebagai organisasi independen yang fokus pada perjuangan demi kepentingan umat, tanpa terikat oleh kepentingan politik atau intervensi pemerintah. “Satu hal yang harus diingat, SI Bukittinggi independen dan tak tergantung pada pemerintah,” tegasnya.
M Yaman SE, selaku Ketua LAZNAS Salam SI Bukittinggi, menjelaskan bahwa program donasi ini merupakan agenda rutin yang dijalankan oleh SI di seluruh Indonesia, sebagai wujud komitmen organisasi terhadap nilai-nilai kebaikan dan kepedulian sosial. “Bagi SI dan jajaran, kami berprinsip, “kerjakan yang Allah senangi, maka Allah akan wujudkan yang anda senangi,”. Salah satu contohnya adalah kegiatan yang kami lakukan saat ini,” jelasnya.
Ustadz Aliwizar, Ketua 1 Yayasan Aqabah, didampingi oleh Ustadz Awaluddin, Direktur Akademi Dakwah Indonesia (DAI) Aqabah, menyambut baik uluran tangan dari SI Bukittinggi. Ia menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan yang diberikan dan berharap agar jalinan kerjasama antara SI dan Yayasan Aqabah dapat terus dipererat di masa mendatang. “Kalau ndak tamuek di tapak tangan, jo nyiru kami tampuangkan. Atas nama pengurus, kami ucapkan terima kasih. Semoga kolaborasi antara SI dan yayasan Aqabah tetap terjalin erat,” tuturnya. Sebagai simbol penghargaan, Ustadz Aliwizar menyerahkan dua buku tentang perjuangan Yayasan Aqabah dan dua buku pemikiran M Natsir kepada perwakilan SI Bukittinggi.







