www.domainesia.com
News

Wawako Padang dan BBPOM Sidak Pasar Pabukoan, Jamin Keamanan Pangan Ramadan

63
×

Wawako Padang dan BBPOM Sidak Pasar Pabukoan, Jamin Keamanan Pangan Ramadan

Sebarkan artikel ini
bbpom-dan-pemko-padang-intensifkan-pengawasan-pangan-ramadan
BBPOM dan Pemko Padang Intensifkan Pengawasan Pangan Ramadan

Padang – Pemerintah Kota Padang bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) meningkatkan intensitas pengawasan terhadap keamanan pangan yang beredar di pasar tradisional selama bulan Ramadan, sebagai upaya memberikan perlindungan maksimal kepada konsumen. Inspeksi mendadak (sidak) difokuskan pada Pasar Pabukoan Imam Bonjol, sebuah pusat perbelanjaan takjil yang menjadi tujuan utama masyarakat dalam mencari hidangan berbuka puasa.

Pengawasan secara khusus menyasar makanan dan minuman siap saji yang diperdagangkan secara terbuka kepada masyarakat. Petugas dari BBPOM secara aktif mengambil sampel dari berbagai jenis pangan yang tersedia untuk kemudian diuji di mobil laboratorium keliling yang disiagakan di lokasi. Kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi para pedagang dan pembeli, dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan pangan.

Kepala BBPOM di Padang, Martin Suhendri, menyampaikan bahwa kegiatan pengawasan serupa telah dilaksanakan di berbagai kota dan kabupaten lainnya. “Sejauh ini kami telah melakukan pengawasan di sejumlah kota dan kabupaten dengan hasil pengujian yang memuaskan. Khusus di Kota Padang, kami menargetkan pengambilan sekitar 20 hingga 25 jenis sampel pangan selama Ramadan, dengan fokus pada makanan siap saji, termasuk takjil yang dijual di pusat keramaian,” ujar Martin Suhendri.

Selain melakukan pengujian terhadap sampel makanan, BBPOM juga mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip Cek KLIK sebelum memutuskan untuk membeli produk pangan olahan. Masyarakat diharapkan lebih teliti dalam memeriksa kemasan produk, membaca label dengan seksama, memastikan keberadaan izin edar yang sah, serta memperhatikan tanggal kedaluwarsa produk. Martin Suhendri juga memberikan contoh beberapa ciri-ciri makanan yang sebaiknya dihindari karena berpotensi mengandung bahan berbahaya. “Misalnya mie atau ikan yang tidak dihinggapi lalat sebagai indikasi mengandung formalin, makanan yang terlalu kenyal seperti karet yang diduga mengandung boraks, serta kerupuk berwarna merah muda mencolok dan berpendar yang diduga mengandung pewarna tekstil Rhodamin B,” tegas Martin Suhendri.

Dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri, BBPOM juga berencana untuk melakukan pengawasan khusus terhadap paket parcel yang banyak diperjualbelikan. Tujuan dari pengawasan ini adalah untuk mencegah peredaran produk-produk yang mendekati atau telah melewati masa kedaluwarsanya di dalam parcel. “Kami mengimbau pelaku usaha memastikan setiap produk dalam parcel memiliki masa kedaluwarsa minimal tiga minggu setelah Hari Raya Idulfitri. Ketentuan ini penting karena masyarakat umumnya tidak langsung mengonsumsi seluruh isi parcel saat Lebaran,” jelas Martin Suhendri.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, memberikan apresiasi atas inisiatif proaktif yang dilakukan oleh BBPOM dalam melaksanakan pengawasan pangan secara rutin selama bulan Ramadan. Menurutnya, kehadiran petugas BBPOM di lapangan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang berbelanja. “Kehadiran petugas di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat membeli takjil dan kebutuhan Lebaran memberikan rasa aman bagi konsumen,” ujar Maigus Nasir.

Maigus Nasir juga mengajak seluruh pedagang untuk terus berupaya menjaga kualitas dan keamanan produk yang mereka jual kepada konsumen. “Ini bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi masyarakat. Kita ingin memastikan warga merasa aman menikmati hidangan, terutama selama Ramadan hingga menjelang Lebaran ketika variasi makanan semakin banyak,” pungkas Maigus Nasir.