www.domainesia.com
News

Zulmaeta Luncurkan Payakumbuh Resik, Ajak Warga Jaga Lingkungan

17
×

Zulmaeta Luncurkan Payakumbuh Resik, Ajak Warga Jaga Lingkungan

Sebarkan artikel ini
peringati-hari-lingkungan-hidup-sedunia-2026,-pemko-payakumbuh-luncurkan-gerakan-payakumbuh-resik
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemko Payakumbuh Luncurkan Gerakan Payakumbuh Resik

Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh meluncurkan Gerakan Payakumbuh Resik untuk memperkuat upaya pengurangan sampah, penghijauan lingkungan, dan pengendalian perubahan iklim melalui keterlibatan masyarakat. Program yang mengusung prinsip responsif, ekonomis, sirkular, inklusif, dan kolaboratif itu diperkenalkan bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta meresmikan gerakan tersebut saat Apel Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di GOR Nan Ompek, Kelurahan Tanjung Pauh, Jumat (5/6/2026). Peluncuran ini sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian aksi lingkungan yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Melalui gerakan itu, warga diajak membiasakan pemilahan sampah dari rumah, mengurangi plastik sekali pakai, memperbanyak penanaman pohon, dan memperkuat ekonomi sirkular. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat mendorong lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Zulmaeta menegaskan, gerakan ini dihadirkan sebagai respons atas berbagai persoalan lingkungan yang semakin kompleks, mulai dari sampah, pencemaran, hingga dampak perubahan iklim yang sudah dirasakan masyarakat.

“Sebagai kota yang terus bertumbuh, kita harus menyadari bahwa kemajuan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat ikut bergerak nyata menyukseskan Gerakan Payakumbuh Resik,” katanya.

Ia menjelaskan, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengusung tema Inspired by Nature, For Climate, and For Future. Di tingkat nasional, tema itu diterjemahkan menjadi slogan Saatnya Bekerja untuk Iklim atau #NowForClimate sebagai dorongan memperkuat aksi menjaga lingkungan.

Menurut dia, dunia kini menghadapi tiga persoalan besar yang saling berkaitan, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Ketiganya berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

“Masa depan iklim ditentukan oleh keputusan dan tindakan yang kita lakukan hari ini. Kita tidak bisa lagi hanya berbicara tanpa aksi nyata,” ujarnya.

Zulmaeta menambahkan, Gerakan Payakumbuh Resik dirancang sebagai gerakan kolaboratif dan berkelanjutan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju gaya hidup ramah lingkungan.

Gerakan ini juga menjadi wujud dukungan Pemerintah Kota Payakumbuh terhadap Gerakan Indonesia ASRI yang mendorong penguatan nilai-nilai ekologis dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai ekologis harus menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memilah sampah, mengurangi plastik sekali pakai, hingga menjaga ruang hijau di lingkungan masing-masing,” katanya.

Pada kesempatan itu, pemerintah kota juga memperkenalkan maskot Gerakan Payakumbuh Resik bernama SI-Lah (Siko Memilah). Maskot ini akan menjadi ikon kampanye edukasi lingkungan dan pemilahan sampah di tengah masyarakat.

Selain peluncuran gerakan dan maskot, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Payakumbuh turut diisi dengan penanaman pohon di kawasan GOR Nan Ompek, gotong royong membersihkan lingkungan di sepanjang Batang Agam, serta pembagian tas belanja ramah lingkungan kepada masyarakat di Pasar Ibuh.

Zulmaeta juga menyampaikan apresiasi kepada petugas kebersihan, komunitas peduli lingkungan, aktivis lingkungan, pelajar, dan masyarakat yang selama ini aktif menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan di Payakumbuh.

“Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, saya yakin Payakumbuh dapat menjadi kota yang bersih, sehat, dan berkontribusi dalam upaya pengendalian perubahan iklim,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Rida Ananda, para asisten, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah, camat, lurah, serta perwakilan instansi dan komunitas lingkungan.

Pemerintah Kota Payakumbuh menargetkan Gerakan Payakumbuh Resik berjalan berkelanjutan untuk memperkuat budaya peduli lingkungan, mengurangi timbulan sampah, memperluas ruang hijau, dan mendukung pengendalian emisi melalui keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.