Padang Panjang – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, mendorong anak-anak binaan UPTD Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Harapan Padang Panjang untuk terus mengasah keterampilan sekaligus membangun rasa percaya diri agar siap memasuki dunia kerja secara mandiri.
Pesan itu ia sampaikan saat meninjau langsung PSBR Harapan di Kota Padang Panjang, Senin (11/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Arry melihat langsung proses pembinaan terhadap 33 remaja asuh yang dipersiapkan menghadapi dunia usaha dan industri.
“ Saat ini PSBR membina sebanyak 33 remaja asuh. Semoga nanti mereka bisa mandiri dan memperoleh pekerjaan yang layak,” ujar Arry Yuswandi.
Menurut Arry, PSBR Harapan sejauh ini telah menjalankan pembinaan dengan baik, terutama dalam mencetak tenaga muda siap pakai di bidang konveksi dan bordir. Tingginya serapan lulusan menjadi salah satu indikator bahwa pola pembinaan di panti sosial itu berjalan efektif.
Ia menjelaskan, dari rata-rata 100 anak binaan setiap enam bulan, sekitar 70 persen di antaranya terserap ke dunia kerja setelah menyelesaikan pelatihan.
Arry menilai capaian tersebut perlu terus diperkuat dengan meningkatkan mutu pelatihan serta sertifikasi keterampilan yang sesuai kebutuhan pasar kerja.
“Anak-anak binaan harus dibekali kemampuan yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja. Karena itu, kita dorong agar setiap anak memiliki minimal dua sertifikat keahlian nasional sebelum menyelesaikan masa pembinaan,” katanya.
Selain menjahit dan bordir yang selama ini menjadi program unggulan, PSBR Harapan juga mulai menambah pelatihan kuliner. Penambahan ini dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan peluang usaha dan kebutuhan tenaga kerja yang terus berkembang.
Di akhir kunjungannya, Arry turut mengingatkan agar seluruh anak binaan tetap disiplin, semangat belajar, dan menjaga kualitas hasil kerja selama mengikuti pembinaan.
“Terus semangat, percaya diri, dan jaga kualitas hasil kerja. InsyaAllah, dengan keterampilan dan kemauan yang kuat, anak-anak akan mampu mandiri dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tutup Arry Yuswandi.







